3. Kocok telur
Pecahkan dua butir telur ke dalam wadah terpisah. Kocok hingga putih dan kuning telur tercampur rata.
Selanjutnya, masukkan mi yang sudah dibumbui ke dalam telur kocok. Aduk hingga seluruh bagian mi terlapisi telur.
4. Panaskan minyak
Siapkan wajan antilengket, kemudian panaskan sedikit minyak dengan api sedang cenderung kecil. Penggunaan minyak secukupnya membantu omelet matang tanpa terlalu banyak menyerap minyak.
5. Masak omelet hingga matang
Tuangkan campuran mi dan telur ke dalam wajan. Ratakan adonan agar ketebalannya merata dan bagian tengahnya lebih mudah matang.
Masak selama beberapa menit hingga bagian bawah mengeras dan berwarna kecokelatan. Setelah itu, balik omelet secara perlahan agar tidak pecah.
Lanjutkan memasak hingga kedua sisi matang dan telur tidak lagi terlihat mentah. Gunakan api sedang cenderung kecil agar bagian luar tidak cepat gosong sementara bagian dalam masih belum matang.
6. Sajikan selagi hangat
Angkat omelet Indomie setelah matang, lalu tiriskan sebentar jika masih terdapat minyak berlebih.
Potong sesuai selera dan sajikan selagi hangat. Omelet dapat dinikmati langsung atau dilengkapi saus sambal dan irisan mentimun.
Tips agar Omelet Indomie Lebih Gurih dan Tidak Mudah Hancur
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar omelet Indomie memiliki tekstur dan rasa yang lebih nikmat.
Pertama, tiriskan mi dengan baik setelah direbus. Mi yang terlalu basah dapat membuat adonan lembek dan sulit dibalik.
Kedua, gunakan jumlah telur yang cukup untuk mengikat mi. Untuk satu bungkus mi instan, dua butir telur bisa menjadi pilihan awal. Jumlahnya dapat disesuaikan dengan ukuran telur dan tekstur yang diinginkan.