Mengapa Kopi yang Baru Digiling Memiliki Aroma Lebih Kuat? Ini Penjelasannya

Mengapa Kopi yang Baru Digiling Memiliki Aroma Lebih Kuat? Ini Penjelasannya

Kopi yang baru digiling memiliki aroma lebih kuat karena senyawa aromatik lebih mudah dilepaskan. Kenali penyebab dan cara menjaga kesegaran kopi.--Ilustrasi AI

SUMUT.DISWAY.ID - Aroma menjadi salah satu daya tarik utama saat seseorang menikmati secangkir kopi. Banyak penikmat kopi lebih menyukai biji kopi yang baru digiling karena menghasilkan aroma yang terasa lebih kuat dan segar dibandingkan kopi bubuk yang telah lama disimpan.

Perbedaan aroma tersebut bukan sekadar sugesti. Proses penggilingan memang memengaruhi bagaimana senyawa aromatik dalam kopi dilepaskan ke udara.

Biji kopi mengandung ratusan senyawa kimia yang berperan membentuk aroma dan cita rasa. Ketika biji kopi digiling, bagian dalam biji yang sebelumnya terlindungi akan terbuka sehingga senyawa-senyawa tersebut lebih mudah terpapar udara.

Lantas, mengapa kopi yang baru digiling memiliki aroma lebih kuat dibandingkan kopi bubuk yang sudah disimpan cukup lama?

BACA JUGA:Mengenal Kopi Sidikalang, Kopi Khas Sumatera Utara yang Mendunia

1. Proses Penggilingan Melepaskan Senyawa Aromatik

Biji kopi memiliki berbagai senyawa volatil atau senyawa yang mudah menguap. Senyawa inilah yang berperan membentuk aroma khas kopi, mulai dari aroma kacang, cokelat, karamel, hingga aroma buah dan bunga.

Ketika biji kopi masih utuh, sebagian besar senyawa tersebut berada di dalam struktur biji. Proses penggilingan memecah struktur tersebut menjadi partikel-partikel yang lebih kecil.

Akibatnya, permukaan biji kopi yang bersentuhan dengan udara menjadi jauh lebih luas. Senyawa aromatik pun lebih mudah dilepaskan dan tercium oleh indra penciuman.

Inilah salah satu alasan aroma kopi biasanya terasa lebih kuat sesaat setelah biji digiling.

2. Kopi Bubuk Lebih Cepat Mengalami Oksidasi

Setelah digiling, kopi memiliki permukaan yang lebih luas sehingga lebih banyak bagian yang bersentuhan langsung dengan oksigen.

Paparan oksigen dapat memicu proses oksidasi yang secara perlahan mengubah komponen kimia dalam kopi. Proses ini dapat memengaruhi aroma dan cita rasa, sehingga kopi yang disimpan terlalu lama cenderung kehilangan kesegarannya.

Selain oksigen, paparan panas, cahaya, dan kelembapan juga dapat mempercepat penurunan kualitas kopi.

Sumber: