Enam Punggawa PSMS Medan Masih Jadi Penonton, Akankah Debut di Sisa Musim Ini?

Enam Punggawa PSMS Medan Masih Jadi Penonton, Akankah Debut di Sisa Musim Ini?

Sebanyak enam pemain PSMS Medan belum mendapatkan menit bermain hingga pekan ke-21 Championship 2025-2026. -Foto:IG@psmsmedan_official-

SUMUT.DISWAY.ID – Kompetisi Championship musim 2025-2026 telah memasuki pekan ke-21, namun dinginnya bangku cadangan masih dirasakan oleh sejumlah pemain PSMS Medan. Hingga saat ini, tercatat ada enam pemain skuad Ayam Kinantan yang belum mencicipi satu menit pun atmosfer pertandingan di lapangan hijau. Dengan hanya menyisakan enam laga di fase grup, peluang mereka untuk unjuk gigi semakin menipis di tengah ketatnya persaingan internal.

Fenomena "nihil menit bermain" ini memang lumrah dalam sepak bola profesional, terutama saat pelatih sudah menemukan komposisi utama yang solid. Di bawah asuhan pelatih Eko Purdjianto, beberapa nama terpaksa mengantre lama karena performa apik pemain inti di posisi yang sama.

Sektor penjaga gawang menjadi area yang paling sulit ditembus. Nama Ahmad Gunandi dan Aditya Ramadhan masih belum mampu menggeser dominasi Reky Rahayu di bawah mistar gawang. Bagi Aditya Ramadhan yang baru berusia 20 tahun, tantangannya jauh lebih berat karena ia harus bersaing dengan sesama pemain muda lainnya demi mengisi slot regulasi U-21 yang sangat terbatas.

Beralih ke lini tengah, dua rekrutan Januari 2026, Husain Anshori dan Muhammad Fazri, juga mengalami nasib serupa. Husain yang merupakan jebolan Akademi Dewa United, serta Fazri yang masih berusia 18 tahun, harus bersabar menghadapi tembok besar berupa gelandang-gelandang senior sarat pengalaman yang menjadi pilihan utama tim pelatih.

Di lini serang, Zaki Ali yang diproyeksikan sebagai pelapis Felipe Cadenazzi dan Rudiyana, masih menantikan momen pembuktiannya. Meski memiliki reputasi mentereng sebagai mantan jajaran Top Skor Elite Pro Academy (EPA), Zaki belum mendapatkan kepercayaan untuk turun sebagai ujung tombak.

Terakhir, ada nama Riki Togubu. Meski secara usia (28 tahun) ia memiliki jam terbang yang cukup, Riki nyatanya masih kesulitan menembus persaingan di posisi gelandang bertahan. Ia harus bersaing ketat dengan nama-nama seperti Farhan Rahman, Syarif Wijayanto, hingga Ichlasul Qadri yang sejauh ini tampil konsisten mengawal kedalaman skuad.

Keenam pemain ini kini berpacu dengan waktu. Tanpa rotasi yang berani dari tim pelatih di sisa laga fase grup, status mereka sebagai penghangat bangku cadangan terancam bertahan hingga akhir musim.

 

Sumber: