Realisasi APBD Sumut 2026 Capai Rp8,9 Triliun, Pemprov Optimistis Target Tercapai

Kamis 24-09-2026,20:33 WIB
Reporter : Muhamad Syahdan Thariq
Editor : Muhamad Syahdan Thariq

SUMUT.DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) optimistis realisasi pendapatan dan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 dapat mencapai target yang telah ditetapkan.

Optimisme tersebut didukung percepatan pelaksanaan berbagai program, termasuk pembangunan infrastruktur di sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Plh Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sumut Frans Novendy Saragih menyampaikan hal tersebut dalam temu pers yang digelar Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Kamis (24/9/2026).

BACA JUGA:Tinjau Puskesmas Tuntungan, Rico Waas Tegaskan Pembangunan Harus Tepat Waktu

Berdasarkan data BKAD Sumut per 22 September 2026, realisasi pendapatan daerah telah mencapai 69,80 persen atau sekitar Rp8,9 triliun dari total anggaran Rp12,8 triliun.

Sementara itu, realisasi belanja tercatat sebesar 51,82 persen atau Rp6,64 triliun dari anggaran Rp12,8 triliun.

“Saat ini, OPD kita juga sedang melaksanakan kegiatan pembangunan infrastruktur di kabupaten/kota, kita optimis selesai segera,” kata Frans.

Dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), realisasinya telah mencapai 59,15 persen atau Rp4,1 triliun dari anggaran Rp6,9 triliun.

Realisasi tersebut berasal dari sejumlah sumber, yakni pajak daerah sebesar Rp3,5 triliun, retribusi daerah Rp165 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp325 miliar, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp101 miliar.

Selain PAD, Frans juga memaparkan realisasi Transfer ke Daerah (TKD) tambahan sebesar Rp1,1 triliun yang diprioritaskan untuk rekonstruksi bencana.

Menurutnya, anggaran tambahan tersebut mulai direalisasikan dan diharapkan dapat segera terserap sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

TKD tambahan sebesar Rp1,1 triliun tersebut dialokasikan untuk sejumlah urusan. Rinciannya, pendidikan sebesar Rp190 miliar, kesehatan Rp91 miliar, infrastruktur Rp274 miliar, sumber daya air Rp246 miliar, pertanian Rp35 miliar, serta urusan lainnya Rp26 miliar.

“OPD pelaksana masih optimistis sesuai dengan jadwal yang sudah direncanakan,” katanya.

Di sisi lain, BKAD Sumut juga menyiapkan langkah untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah yang selama ini dalam kondisi menganggur atau idle.

Aset-aset tersebut akan didorong agar dapat dimanfaatkan masyarakat maupun perusahaan melalui skema kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sehingga berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah.

Kategori :