Akses Kesehatan Jadi Sorotan, Bobby Nasution Percepat Puskesmas Rawat Inap

Kamis 18-06-2026,22:00 WIB
Reporter : Tuahta Aldo Rachmansyah
Editor : Tuahta Aldo Rachmansyah

DISWAY.SUMUT.ID - Peristiwa seorang ibu hamil yang ditandu sejauh 30 kilometer selama sekitar 6 jam di Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan, menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Merespon kejadian tersebut, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Nasution memastikan program peningkatan Puskesmas rawat inap di wilayah terpencil akan dipercepat.

Saat ditemui di Kantor Gubernur Sumut, Bobby menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang terjadi. 

“Kami dari provinsi menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah bersama agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat lebih mudah dijangkau,” ungkap Bobby Nasution.

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa layanan kesehatan yang mudah dijangkau masih menjadi tantangan di sejumlah daerah terpencil.

Ia menilai, persoalan yang dihadapi masyarakat bukan hanya terkait ketersediaan fasilitas kesehatan, tetapi juga kondisi infrastruktur yang belum memadai. 

Akses jalan yang rusak dan jarak yang jauh menuju rumah sakit, sering kali menjadi hambatan bagi warga yang membutuhkan penanganan medis darurat.

Pemprov Sumut kini memprioritaskan peningkatan status sejumlah Puskesmas menjadi Puskesmas rawat inap, terutama di kawasan yang lokasinya lebih dari 30 kilometer dari rumah sakit terdekat. 

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pelayanan medis, bagi masyarakat tanpa harus menempuh perjalanan panjang.

“Puskesmas yang jaraknya lebih dari 30 kilometer dari rumah sakit kita dorong menjadi Puskesmas rawat inap. Program ini sudah kita siapkan dan dipercepat mulai tahun ini,” jelasnya.

Bobby mengungkapkan, pemerintah provinsi telah meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi serta standar pelayanan Puskesmas di wilayah masing-masing. 

Apabila fasilitas yang ada memenuhi persyaratan, Pemprov Sumut siap memberikan dukungan anggaran guna meningkatkan sarana dan kualitas pelayanan kesehatan.

“Standarnya sudah ada. Ketika sudah memenuhi standar, Pemerintah Provinsi akan membantu agar Puskesmas tersebut bisa menjadi Puskesmas rawat inap,” ucapnya.

Program yang sebelumnya dijadwalkan mulai berjalan pada tahun 2027, yang kini diputuskan untuk dipercepat. 

Keputusan itu diambil setelah adanya dukungan dari pemerintah pusat, yang memungkinkan pelaksanaan program dilakukan lebih awal.

Kategori :