Liburan ke Pemandian Air Panas Karo Lebih Nyaman, Bobby Nasution Siapkan 2 Solusi

Liburan ke Pemandian Air Panas Karo Lebih Nyaman, Bobby Nasution Siapkan 2 Solusi

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution-(Dokumen Istimewa)-

DISWAY.SUMUT.ID – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menunjukkan komitmennya untuk menciptakan sektor pariwisata yang lebih ramah bagi wisatawan.

Salah satu langkah yang kini menjadi fokus perhatian adalah, penataan sistem retribusi di kawasan pemandian air panas Desa Daulu dan Semangat Gunung, Kabupaten Karo.

Menurut Bobby, praktik pungutan yang tidak tertata berpotensi mengurangi kenyamanan wisatawan sekaligus menghambat perkembangan destinasi unggulan di daerah tersebut. 

Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tengah menyiapkan langkah perbaikan agar pengelolaan kawasan wisata menjadi lebih transparan dan profesional.

Dalam upaya mencari solusi, Bobby Nasution menawarkan dua skema yang dapat diterapkan. 

Opsi pertama adalah menghapus penarikan retribusi secara langsung kepada pengunjung. Sebagai gantinya, kontribusi tersebut dapat dibebankan kepada pelaku usaha yang beroperasi di kawasan wisata.

Melalui skema ini, biaya retribusi nantinya dapat diintegrasikan ke dalam tarif layanan yang sudah tersedia, seperti tiket masuk pemandian, biaya penginapan, tarif parkir, maupun layanan pendukung lainnya. 

Dengan cara tersebut, wisatawan tidak lagi menghadapi berbagai pungutan saat berkunjung.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menyatakan kesiapan untuk mendukung perbaikan infrastruktur, khususnya akses jalan menuju kawasan wisata air panas di Desa Daulu dan Semangat Gunung. 

Perbaikan akses dinilai penting, untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus menarik lebih banyak kunjungan wisata.

Sementara itu, opsi kedua yang ditawarkan adalah tetap mempertahankan sistem retribusi kepada wisatawan. Namun, mekanisme pengelolaannya harus diperketat melalui sistem manajemen yang lebih baik dan pengawasan yang maksimal.

“Setelah kita diskusi tadi kita lebih ke opsi pertama, tidak ada lagi retribusi karena kita ingin wisata Karo ini naik kelas, kita sudah belajar dari Siosar yang sekarang akhirnya sudah meredup padahal sempat ramai sekali,” kata Bobby Nasution usai berdiskusi dengan Pemda Karo.

Dengan pengelolaan yang lebih tertata, potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat diminimalkan. Selain itu, wisatawan juga terhindar dari pungutan berlapis yang selama ini kerap menjadi keluhan.

Bobby Nasution menilai, persoalan yang terjadi saat ini tidak sepenuhnya dapat disalahkan kepada masyarakat. 

Sumber: