Gubernur Bobby Nasution Bangun RS Internasional di Medan, Fasilitas Bintang 5 Tapi Ramah BPJS

Selasa 19-05-2026,21:54 WIB
Reporter : Lina Setiawati
Editor : Lina Setiawati

SUMUT.DISWAY.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) bersiap melakukan lompatan besar dalam sektor pelayanan medis publik. Di bawah instruksi langsung Gubernur Bobby Nasution, wilayah ini akan segera memiliki rumah sakit bertaraf internasional baru yang dirancang dengan fasilitas mewah, namun tetap berkomitmen melayani masyarakat pengguna jaminan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Proyek strategis yang rencananya berdiri kokoh di pusat Kota Medan ini bertujuan untuk memotong tren berobat ke luar negeri yang selama ini kerap dilakukan oleh sebagian warga Sumatra Utara.

Gubernur Bobby Nasution menegaskan, kehadiran fasilitas kesehatan premium ini merupakan bentuk percepatan pemenuhan hak mendasar warga. Pihaknya tidak ingin pelayanan medis kelas dunia hanya bisa dinasabah oleh kelompok ekonomi tertentu saja.

"Kami terus mendorong percepatan layanan kesehatan unggulan bagi masyarakat. Rumah sakit bertaraf internasional di Sumut ini harus tetap melayani pasien BPJS Kesehatan," tegas Bobby Nasution di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (19/5/2026).

Bobby menginginkan standar pelayanan, ketersediaan alat kesehatan mutakhir, hingga kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) medis di faskes baru ini nantinya dikelola secara profesional. Skema kenyamanan ruangan pun dikonsep modern menyerupai hotel berbintang lima agar memberikan efek psikologis yang menenangkan bagi proses penyembuhan pasien.

Pangkas Risiko Anggaran Lewat Sistem Kerja Sama Operasional

Guna mempercepat realisasi fisik dan operasional di lapangan, Pemprov Sumut memilih jalur kerja sama strategis dengan pihak eksternal, alih-alih membangun seluruh sistem dari titik nol.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, Faisal Hasrimy, menjelaskan bahwa proyek ini mengadopsi pola kolaborasi pemerintah dan swasta dengan sistem Kerja Sama Operasional (KSO). Pola ini dinilai jauh lebih efektif, efisien, serta mampu meminimalkan risiko manajemen maupun tata kelola birokrasi yang kaku.

"Dengan sistem KSO, maka Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak perlu membangun kapasitas operasional rumah sakit dari nol. Skema operasional KSO ini melibatkan tiga pihak utama yakni PT Dirga Surya, Rumah Sakit Haji Medan, dan rumah sakit mitra yaitu Rumah Sakit An-Nisa," jelas Faisal.

Dalam pembagian perannya, BUMD PT Dirga Surya bertindak sebagai penyedia aset utama. Sementara itu, Rumah Sakit An-Nisa selaku mitra swasta akan mengelola seluruh roda layanan operasional harian, dan Rumah Sakit Haji Medan memegang kendali atas pengawasan mutu layanan, standarisasi tata kelola, serta keberlanjutan jangka panjang.

Dibangun 6 Lantai di Samping Kompetitor Non-BPJS

Secara teknis, bangunan modern ini diproyeksikan memiliki tinggi enam lantai dengan daya tampung kapasitas mencapai 250 tempat tidur. Seluruh ruang perawatan akan ditunjang oleh klaster teknologi medis terkini serta penempatan tenaga spesialis yang kompeten.

Keputusan penempatan lokasi di jantung Kota Medan juga dinilai sebagai langkah taktis yang berani. Wilayah tapak pembangunan tersebut diketahui berdekatan dengan dua rumah sakit bertaraf internasional swasta lainnya yang eksis saat ini. Bedanya, kedua RS kompetitor itu hingga kini belum membuka pintu bagi para pasien jaminan BPJS Kesehatan.

Melalui kehadiran RS internasional ramah BPJS ini, Pemprov Sumut optimistis dapat menaikkan kelas indeks kesehatan daerah sekaligus memberikan perlindungan sosial medis yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat finansial.

 

Kategori :