Jamin Bebas Penyakit, Tim Medis DIY Mulai Sisir Pasar Hewan Jelang Idul Adha 1447 H

Jamin Bebas Penyakit, Tim Medis DIY Mulai Sisir Pasar Hewan Jelang Idul Adha 1447 H

Ilustrasi petugas dinas peternakan sedang menyisir kelayakan fisik dan kesehatan gerombolan sapi kurban di pengepul wilayah Kota Medan.-Foto:ANT-

SUMUT.DISWAY.ID – Aktivitas perdagangan di sejumlah pasar dan pengepul hewan ternak di Kota Medan, Sumatera Utara, mulai menggeliat signifikan menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Otoritas setempat mencatat adanya lonjakan tajam pada angka permintaan komoditas sapi, kerbau, kambing, hingga domba dari masyarakat di seluruh wilayah kecamatan.

Berdasarkan pemetaan terbaru per Mei 2026, total kebutuhan hewan kurban untuk pemenuhan ibadah umat Muslim di Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara ini menembus angka 10.586 ekor.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Ahmad Untung Lubis, merinci bahwa dari empat jenis hewan ternak yang beredar, komoditas sapi menjadi primadona utama yang paling banyak dicari oleh panitia kurban.

"Data jumlah hewan kurban Kota Medan tahun 2026 mencapai 10.586 ekor terdiri dari sapi, kerbau, kambing dan domba. Jumlah hewan kurban itu untuk kebutuhan seluruh kecamatan yakni 21 kecamatan," papar Ahmad Untung Lubis di Medan.

Sapi dan Kambing Dominasi Pasar Ternak di 21 Kecamatan

Pihak dinas mencatat kebutuhan untuk menyembelih sapi mencapai angka tertinggi, yakni sebanyak 7.091 ekor. Sementara itu, warga Kota Medan menempatkan kambing di posisi kedua dengan total serapan pasar mencapai 3.170 ekor.

Untuk jenis hewan kurban lainnya, kebutuhan masyarakat terhadap ternak kerbau tercatat hanya sebesar 105 ekor, disusul oleh komoditas domba sebanyak 220 ekor.

Grafik permintaan ini menunjukkan tren pergerakan ekonomi yang positif di sektor peternakan komersial. Total serapan hewan kurban pada tahun 2026 ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan jika kita bandingkan dengan rapor tahun lalu yang hanya menyentuh angka 9.635 ekor di seluruh klaster penjualan.

Tim Medik Veteriner Bergerak Amankan Kelayakan Konsumsi

Guna mengimbangi lonjakan permintaan yang masif di 21 kecamatan tersebut, Pemerintah Kota Medan langsung memasang status waspada terhadap potensi penyebaran penyakit menular pada hewan. Dinas terkait kini telah menerjunkan tim khusus ke lapangan untuk memperketat pengawasan kesehatan di setiap kandang penampungan tiban.

Langkah preventif ini bertujuan untuk memberikan jaminan keamanan pangan bagi warga yang mengonsumsi daging kurban kelak. Petugas di lapangan fokus melakukan pemeriksaan klinis secara acak, mulai dari pengecekan suhu tubuh ternak hingga status kelayakan umur hewan sesuai dengan koridor syariat Islam.

"Tim sedang turun melakukan pengawasan dan pendataan hewan kurban guna memastikan hewan kurban layak disembelih termasuk bebas dari penyakit," tegas Untung.

Melalui pengetatan pengawasan yang berjalan secara simultan ini, Pemkot Medan mengimbau masyarakat dan takmir masjid untuk tidak panik mengenai ketersediaan stok, serta menyarankan agar membeli hewan yang telah mengantongi stiker atau surat keterangan sehat resmi dari dinas.

 

Sumber: