Protes Bantuan Bencana Macet, Warga Tapteng Ngadu ke Bobby Nasution: Data Sudah 4 Kali Dikirim!

Jumat 01-05-2026,21:47 WIB
Reporter : Lina Setiawati
Editor : Lina Setiawati

SUMUT.DISWAY.ID – Proses penyaluran bantuan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) memicu polemik. Sejumlah warga secara langsung menyampaikan keluhan kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, lantaran bantuan jaminan hidup (jadup) yang mereka nantikan sejak akhir tahun lalu tidak kunjung terealisasi.

Dalam kunjungan kerjanya ke wilayah Sarudik, Jumat (1/5/2026), Bobby menghadapi kenyataan pahit di lapangan. Seorang ibu rumah tangga mengungkapkan kekecewaannya karena proses pendataan yang berbelit-belit namun nirhasil.

"Kami sudah memberikan data sebanyak empat kali, Pak. Bahkan lebih dari itu, tapi sampai sekarang bantuan belum juga turun," keluh warga tersebut sebagaimana terekam dalam unggahan media sosial resmi sang Gubernur.

Bobby Nasution Sentil Kelambatan Data Daerah

Menanggapi pengaduan tersebut, Bobby Nasution menegaskan bahwa persoalan ini akan menjadi prioritas tim pengawas provinsi. Ia tidak menampik bahwa koordinasi data dari tingkat bawah di Tapteng terkesan lamban, sehingga menghambat proses pencairan bantuan dari pemerintah pusat maupun provinsi.

"Persoalan data yang lambat inilah yang membuat saya sering turun langsung ke Tapanuli Tengah. Keluhan Ibu ini menjadi catatan serius kami untuk segera diselesaikan," tegas Bobby di hadapan warga.

Berdasarkan informasi di lapangan, banyak warga yang terdampak bencana pada November 2025 lalu hingga kini belum menerima hak mereka secara utuh. Ketidakpastian ini membuat masyarakat merasa terabaikan di tengah upaya pemulihan ekonomi pascabencana.

Percepatan Rehabilitasi Sungai Sibuluan 2

Selain menampung aspirasi soal bantuan sosial, kedatangan orang nomor satu di Sumatera Utara ini juga bertujuan meninjau progres rehabilitasi konstruksi Sungai Sibuluan 2 di Kelurahan Sibuluan Nalambok. Proyek infrastruktur ini merupakan upaya strategis pemerintah untuk meminimalisir risiko banjir tahunan yang kerap merendam pemukiman padat penduduk.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen untuk memperkuat sistem drainase dan mempercepat penguatan tebing sungai di titik-titik rawan. Bobby berjanji akan mengawal sinkronisasi antara pembangunan fisik dengan percepatan administrasi bantuan warga.

"Percepatan pendataan akan kami perkuat kembali. Target kami, bantuan tersalurkan secara merata tanpa ada warga terdampak yang terlewatkan," tutup Bobby.

Penyelesaian masalah ini menjadi ujian bagi transparansi birokrasi di Sumatera Utara, mengingat masa pemulihan warga telah berjalan lebih dari satu semester sejak bencana melanda wilayah pesisir barat Sumut tersebut.

Kategori :