Target Promosi Harga Mati, Gubernur Sumut Siap Ambil Alih PSMS Medan di Usia ke-77
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memberikan sambutan dalam perayaan HUT ke-76 PSMS Medan bersama manajemen dan suporter di Medan.-Foto: IST-
SUMUT.DISWAY.ID – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 PSMS Medan menjadi panggung penegasan komitmen besar bagi masa depan klub berjuluk Ayam Kinantan tersebut. Dalam acara yang berlangsung khidmat di Aula H Tengku H Rizal Nurdin pada Selasa (21/4/2026) malam, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, melontarkan tantangan serius terkait target promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Bobby menekankan bahwa PSMS bukan sekadar entitas olahraga biasa, melainkan elemen penting yang mendampingi perjalanan sejarah Provinsi Sumatera Utara selama puluhan tahun. Menurutnya, usia klub yang hanya terpaut dua tahun dari usia provinsi membuktikan kedekatan historis yang sangat kuat.
"PSMS ini bukan hanya bagian kecil dari Sumatera Utara, tapi bagian pembentuk sejarah dan kekuatan Sumatera Utara. Sudah mendampingi Sumatera Utara selama puluhan tahun," tegas Bobby dalam sambutannya di hadapan manajemen, pemain, dan suporter setianya.
Ancaman Menjadi BUMD Jika Gagal Promosi
Meski mengakui adanya dinamika prestasi yang naik-turun, Bobby Nasution memasang target tinggi bagi manajemen di bawah kepemimpinan Fendi Jonathan. Ia berharap pada usia ke-77 tahun depan, PSMS sudah berhasil menembus Liga 1. Bahkan, gubernur melontarkan pernyataan tegas sebagai bentuk keseriusan pemerintah provinsi dalam mendukung penuh tim kebanggaan warga Medan ini.
"Cita-cita kita jelas, masuk ke Liga 1. Kalau bisa di usia ke-77 nanti kita sudah ke Liga 1. Kalau belum juga, biarkan pemerintah provinsi mengambil alih, bahkan kalau perlu kita jadikan BUMD," ucap Bobby dengan nada serius.
Pernyataan ini mencerminkan keinginan besar pemerintah daerah untuk memastikan PSMS kembali ke habitat aslinya di Super League. Pemprov Sumut sendiri mengklaim siap memberikan dukungan fasilitas terbaik demi tercapainya target ambisius tersebut.
Manajemen Janjikan Evaluasi dan Persiapan Matang
Merespons tantangan tersebut, Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan, mengakui bahwa performa tim pada musim ini memang belum memenuhi ekspektasi publik. Ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pendukung Ayam Kinantan atas kegagalan meraih prestasi yang diharapkan tahun ini.
"Kami menyadari belum memberikan prestasi yang baik pada musim ini, untuk itu kami mohon maaf. Di momen ulang tahun ini, kami bertekad bisa ke Liga 1 dengan persiapan yang lebih panjang dan evaluasi yang lebih baik," ungkap Fendi.
Fendi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan masif dari Gubernur Sumut, mulai dari penyediaan fasilitas tempat tinggal, lapangan latihan, hingga akses penggunaan Stadion Utama Sumatera Utara. Dukungan logistik dan infrastruktur dari pemerintah ini dianggap sebagai modal krusial bagi PSMS untuk bangkit dari keterpurukan dan kembali bersaing di level elit nasional pada musim mendatang.
Perayaan ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, termasuk Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut Mahfullah Pratama Daulay serta Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi. Di tengah optimisme yang membuncah, satu pesan jelas tersampaikan: PSMS Medan harus segera kembali menjadi raksasa yang disegani di kancah sepak bola tanah air.
Sumber: