Menang Tapi Buntung, PSMS Medan Kena Denda Komdis PSSI Rp 100 Juta Akibat 4 Pelanggaran

Sabtu 07-03-2026,19:41 WIB
Reporter : Lina Setiawati
Editor : Lina Setiawati

SUMUT.DISWAY.ID – Kemenangan meyakinkan PSMS Medan saat menjamu Sumsel United di Stadion Utama Sumatera Utara (SUMUT) pada Sabtu, 14 Februari 2026 lalu, meninggalkan catatan kelam. Meski berhasil mengamankan skor 3-1 di lapangan, tim berjuluk Ayam Kinantan ini justru harus merogoh kocek dalam-dalam setelah Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi administratif sebesar Rp 100 juta.

Berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI yang dirilis pada Sabtu (7/3/2026), PSMS terbukti melakukan empat pelanggaran serius dalam laga kandang tersebut. Pelanggaran ini mencakup aspek administratif pemain, perilaku suporter, hingga kegagalan panitia pelaksana (Panpel) dalam menjaga sterilitas area pertandingan.

Sanksi pertama menyasar pemain asing mereka, Clayton Da Sil Veira Da Silva. Pemain asal Brasil ini kedapatan tidak membawa ID card resmi hingga jeda babak pertama berakhir. Kelalaian administratif yang terlihat sepele ini nyatanya berbuah denda sebesar Rp 25 juta dari otoritas sepak bola tertinggi di Indonesia tersebut.

Masalah tidak berhenti di sana. Sektor tribun selatan menjadi penyumbang denda berikutnya. Komdis PSSI mencatat adanya nyanyian atau yel-yel dari suporter yang mengandung unsur penghinaan terhadap perangkat pertandingan. Aksi provokatif ini memaksa PSMS kembali menyetor denda tambahan senilai Rp 25 juta.

Kondisi semakin memburuk pasca-peluit panjang dibunyikan. Euforia kemenangan membuat sejumlah suporter dari tribun selatan nekat menerobos masuk ke lapangan (pitch invasion) demi membentangkan spanduk dan berfoto bersama pemain. Tak hanya suporter, beberapa pemain PSMS juga memboyong keluarga mereka masuk ke area lapangan pertandingan setelah laga usai. Aksi melanggar regulasi ini dikenakan sanksi sebesar Rp 30 juta.

Terakhir, Panitia Pelaksana Pertandingan PSMS Medan dianggap gagal menjalankan tanggung jawab dalam menjaga ketertiban dan keamanan stadion. Kehadiran pihak luar yang tidak berkepentingan di dalam lapangan dinilai sebagai kelalaian fatal sistem pengamanan. Akibatnya, Panpel PSMS dijatuhi denda sebesar Rp 20 juta.

Rentetan sanksi ini menjadi alarm keras bagi manajemen PSMS Medan dan para suporter. Meskipun performa tim di atas lapangan sedang menanjak, kedisiplinan administratif dan kepatuhan terhadap regulasi kompetisi tetap menjadi syarat mutlak profesionalisme sebuah klub sepak bola.

 

Kategori :