SUMUT.DISWAY.ID – Operasi kemanusiaan di lokasi longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus membuahkan hasil di tengah medan yang menantang. Hingga Senin 26 Januari 2026 siang, Tim SAR Gabungan mencatat total 29 jenazah telah berhasil dievakuasi dari tumpukan material tanah dan diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengungkapkan bahwa pencarian hari ini hingga pukul 13.00 WIB menemukan empat korban jiwa tambahan. Meski demikian, perjuangan belum usai karena petugas memperkirakan sekitar 61 orang lainnya masih tertimbun di bawah material longsoran yang sangat luas.
"Total korban yang kami serahkan berjumlah 29 sejak hari pertama operasi. Dari jumlah tersebut, tim medis kepolisian telah berhasil mengidentifikasi 17 jenazah dan menyerahkannya kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," jelas Syafii di Bandung.
Kendala Geografis dan Skala Longsoran yang Masif
Proses evakuasi di Cisarua menghadapi tantangan yang tidak biasa. Berdasarkan pengukuran teknis, longsoran ini memiliki dimensi yang sangat masif dengan panjang dari mahkota hingga lidah longsor mencapai 2.009 meter. Lebar longsoran pun mencapai 140 meter, menciptakan area pencarian yang sangat kompleks.
Basarnas juga mencatat adanya dua mahkota longsor yang membuat material tanah melebar ke sisi kiri dan kanan. Kondisi ini diperparah dengan terbatasnya akses jalan menuju titik terdampak.
"Kami hanya bisa mengoperasikan alat berat berukuran kecil dan sedang karena ruang jalan yang terbatas. Hal ini tentu menjadi hambatan besar dalam mempercepat proses pengerukan material," tambah Syafii.
Pengerahan Alutsista Udara dan Drone
Guna mengatasi keterbatasan akses darat, tim gabungan memperkuat operasi dengan dukungan unsur udara. Sebanyak tiga helikopter dari TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Darat, dan TNI Angkatan Laut dikerahkan untuk memantau titik-titik yang sulit dijangkau manusia.
Selain helikopter, petugas juga mengandalkan teknologi drone untuk memetakan pergeseran tanah secara real-time. Penggunaan teknologi ini sangat krusial untuk menjaga keselamatan personel di lapangan agar terhindar dari potensi longsor susulan.
Status Tanggap Darurat 14 Hari
Saat ini, sembilan alat berat terus bekerja di titik-titik krusial yang dicurigai menjadi lokasi keberadaan korban. Meskipun operasi SAR akan dievaluasi pada hari ketujuh, Pemerintah Daerah melalui BPBD telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan.
Syafii menegaskan bahwa keselamatan tim tetap menjadi prioritas utama. Evaluasi harian akan terus dilakukan untuk menyesuaikan strategi pencarian dengan kondisi cuaca di Bandung Barat yang masih fluktuatif.