Gandeng ADB, Pemprov Sumut Genjot Pengembangan KEK Sei Mangkei di Simalungun

Gandeng ADB, Pemprov Sumut Genjot Pengembangan KEK Sei Mangkei di Simalungun

--

sumut.disway.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan dukungan penuh terhadap keterlibatan Asian Development Bank (ADB) dalam mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei yang berlokasi di Kabupaten Simalungun.

Pemprov memproyeksikan kawasan ini sebagai salah satu penggerak utama dalam mendongkrak roda perekonomian di wilayah Sumatera Utara.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, menyampaikan pandangan tersebut setelah menerima kunjungan jajaran pejabat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama perwakilan ADB di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat, 26 Juni 2026.

Sulaiman menjelaskan pengembangan KEK Sei Mangkei ini berperan sebagai salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemprov Sumut menggelar workshop special economic zones bersama Kemenko Perekonomian untuk memperkuat manajemen tata kelola kawasan.

Agenda workshop tersebut mengintegrasikan kerja sama subregional, yang meliputi Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA), Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), dan Greater Mekong Subregion (GMS).

KEK Sei Mangkei berdiri berdasarkan regulasi Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2012 dan telah beroperasi resmi sejak 27 Januari 2015. Kawasan industri terpadu ini fokus pada sektor pengolahan kelapa sawit, pengolahan karet, pariwisata, serta sektor logistik.

Dengan total luas lahan mencapai 2.002,7 hektare, kawasan ini mengemban target besar. Pemerintah memproyeksikan KEK Sei Mangkei mampu menarik total nilai investasi sebesar Rp129 triliun serta menyerap sebanyak 83.304 orang tenaga kerja hingga tahun 2031 mendatang.

Sulaiman berharap pelaksanaan kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas pengelolaan KEK sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola kawasan ekonomi. Sinergi ini ditargetkan mampu mendukung pengembangan KEK Sei Mangkei sebagai kawasan unggulan di Sumatera Utara.

Di sisi lain, Sulaiman membeberkan bahwa Provinsi Sumatera Utara mendapat kepercayaan besar untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan forum IMT-GT ke-32. Pertemuan internasional tersebut dijadwalkan berlangsung di Kota Medan pada September 2026.

"Kepercayaan ini menjadi bukti pengakuan terhadap peran strategis Sumatera Utara dalam kerja sama ekonomi regional," kata Sulaiman.

Pemprov Sumut mendorong penguatan sinergi bersama ADB untuk menyukseskan kerja sama regional ini, sehingga mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat. 

Mengingat potensi perkebunan sawit di Sumut sangat melimpah, Sulaiman optimistis pengembangan special economic zones akan berimplikasi langsung pada kemakmuran daerah.

Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional Kemenko Perekonomian, Sonny Ameriansah Soekoer, menyebutkan bahwa koordinasi di Medan ini menjadi bagian penting dari persiapan menyambut IMT-GT ke-32. 

Forum ini merupakan satu-satunya aktivitas regional yang melibatkan pemerintah daerah secara langsung untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan di Pulau Sumatera.

Sumber: