Sembunyikan Sakit Demi Keluarga, Lula Lahfah Berpulang Akibat Komplikasi GERD dan Pembengkakan Usus

Sembunyikan Sakit Demi Keluarga, Lula Lahfah Berpulang Akibat Komplikasi GERD dan Pembengkakan Usus

Selebgram Lula Lahfah meninggal dunia akibat komplikasi GERD dan pembengkakan usus.-Foto:IG@lulalahfah-

SUMUT.DISWAY.ID - Kabar duka menyelimuti dunia hiburan tanah air setelah selebgram populer, Lula Lahfah, dilaporkan meninggal dunia di apartemen pribadinya. Kepergian kekasih dari musisi Reza Arap ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat, terutama setelah terungkapnya perjuangan Lula melawan penyakit serius yang selama ini ia rahasiakan dari orang tuanya.

Lula menghembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan komplikasi penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dan pembengkakan usus yang cukup parah. Penyakit ini kabarnya telah lama ia idap dan sempat memburuk hingga membuatnya dilarikan ke rumah sakit pada momen pergantian tahun baru lalu.

Sosok Berbakti yang Enggan Mengeluh

Ayah Lula Lahfah, M. Feroz, mengenang putrinya sebagai sosok anak yang sangat luar biasa dan berbakti kepada orang tua. Di mata keluarga, Lula adalah pribadi yang selalu peduli dan tidak pernah mau menunjukkan sisi lemahnya, meskipun sebenarnya ia tengah menahan rasa sakit yang luar biasa di bagian perutnya.

"Lula itu anak yang sangat baik dan peduli sama keluarga. Dia tidak pernah mengeluh soal penyakitnya kepada kami. Dia selalu berusaha terlihat kuat di hadapan orang tua," ungkap M. Feroz dengan nada bergetar saat ditemui di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (24/1).

Feroz menjelaskan bahwa selama ini Lula hanya berani menceritakan keluhannya kepada teman-teman terdekatnya. Kepada sahabatnya, Lula sering mengadu merasakan nyeri hebat di perut bagian kiri. Namun, demi menjaga perasaan ayah dan ibunya, ia memilih untuk memendam sendiri penderitaan tersebut hingga akhirnya kondisi fisiknya tidak lagi mampu bertahan.

Bahaya Komplikasi Pencernaan yang Tersembunyi

Keputusan Lula untuk tetap bekerja dan beraktivitas tanpa menjalani pengobatan intensif menjadi penyesalan mendalam bagi sang ayah. M. Feroz meyakini bahwa jika saja Lula lebih terbuka sejak awal, pihak keluarga tentu akan mengupayakan perawatan medis terbaik, bahkan hingga ke luar negeri.

"Sebenarnya kami sanggup mengupayakan pengobatan terbaik, tapi dia memilih untuk menahannya sendiri. Mungkin semalam kondisinya sudah sangat kritis akibat komplikasi tersebut," tambah Feroz.

Secara medis, kombinasi antara GERD kronis dan pembengkakan usus memang dapat memicu kondisi fatal jika tidak mendapatkan penanganan tepat. Peradangan pada usus dapat menyebabkan gangguan fungsi organ yang masif, sementara GERD yang tidak terkontrol bisa merusak lapisan kerongkongan dan mengganggu sistem pernapasan.

Kepergian Lula Lahfah menjadi peringatan bagi masyarakat akan pentingnya mendeteksi dini gangguan pencernaan dan tidak mengabaikan gejala nyeri perut yang berkelanjutan. Kini, sang selebgram telah tenang di peristirahatan terakhirnya, meninggalkan kenangan sebagai sosok ceria yang selalu mendahulukan kebahagiaan orang lain di atas rasa sakitnya sendiri.

Sumber: