Medan Bangkit! Mendagri Sebut Layanan Publik dan Ekonomi Kembali Normal Pascabanjir Besar
Mendagri Tito Karnavian mengonfirmasi Kota Medan dan beberapa wilayah di Sumut telah pulih total pascabanjir November 2025. Pemerintah fokus pada sisa daerah terdampak.-Foto:IG-
SUMUT.DISWAY.ID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian membawa kabar baik terkait proses pemulihan wilayah pascabencana banjir besar yang melanda Sumatera Utara pada November 2025 lalu. Dalam keterangannya, Tito menyebut Kota Medan menjadi salah satu wilayah yang paling cepat kembali ke kondisi normal.
Berdasarkan data pemerintah, bencana banjir tersebut sebelumnya berdampak pada 18 dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Namun, per Selasa (13/1), Mendagri memastikan beberapa titik krusial sudah pulih sepenuhnya. Selain Kota Medan, wilayah lain seperti Kota Padang Sidimpuan dan Kabupaten Asahan juga menunjukkan perkembangan yang sangat positif.
"Beberapa daerah sudah kembali normal, bahkan sudah berjalan sempurna seperti Kota Medan," ungkap Tito Karnavian dalam keterangan tertulisnya.
Mendagri menjelaskan bahwa status "normal" sebuah daerah merujuk pada beberapa indikator utama. Hal ini meliputi berjalannya roda pemerintahan daerah dengan baik, pelayanan publik yang tidak lagi terhambat, terbukanya akses transportasi darat, serta kembali berputarnya aktivitas ekonomi masyarakat di pasar maupun pusat perbelanjaan.
Tito menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan validitas laporan pemulihan tersebut. Meski demikian, pemerintah pusat menyadari masih terdapat beberapa titik yang memerlukan penanganan ekstra.
Terkait wilayah yang belum pulih total, Mendagri memerintahkan percepatan normalisasi dalam waktu singkat. Ia menginstruksikan para kepala daerah agar segera menuntaskan pendataan warga, terutama mereka yang hingga saat ini masih bertahan di tenda pengungsian.
"Saya minta lakukan pendataan dengan cepat. Jika ada kekurangan segera usulkan kembali agar warga di pengungsian secepatnya bisa pindah ke tempat tinggal yang lebih layak," pungkasnya.
Langkah responsif ini diharapkan mampu mengakhiri masa darurat bagi warga terdampak dan memastikan seluruh infrastruktur di Sumatera Utara kembali berfungsi optimal sebelum memasuki pertengahan tahun 2026.
Sumber: