CAF Rombak Total Struktur Organisasi Usai Final Kontroversial dan Sekjen Mengundurkan Diri

CAF Rombak Total Struktur Organisasi Usai Final Kontroversial dan Sekjen Mengundurkan Diri

--

SUMUT.DISWAY.ID – Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) resmi mengumumkan langkah reformasi besar-besaran terhadap statuta dan regulasi organisasi. Keputusan ini diambil sebagai respons langsung atas kekacauan yang terjadi pada final Piala Afrika serta upaya memulihkan kepercayaan publik terhadap kredibilitas sepak bola di benua tersebut.

Presiden CAF, Patrice Motsepe, menegaskan dalam pertemuan komite eksekutif di Kairo, Minggu (29/3), bahwa perombakan struktural, hukum, dan administratif ini sangat krusial. Langkah tersebut bertujuan memastikan insiden memalukan pada final Januari lalu tidak terulang kembali di masa depan.

"Kita harus menghilangkan persepsi bahwa masalah dan kelemahan di Afrika lebih besar atau lebih memalukan daripada yang terjadi di belahan dunia lain," ujar pengusaha asal Afrika Selatan tersebut.

Salah satu poin krusial dalam reformasi ini adalah peningkatan kualitas dan integritas perangkat pertandingan. Motsepe mengungkapkan bahwa CAF tengah bekerja sama dengan FIFA untuk memberikan pelatihan intensif bagi wasit dan operator VAR. Ia menekankan pentingnya standarisasi upah yang layak bagi wasit guna menjaga integritas pertandingan dari praktik kecurangan.

Mundurnya Sekretaris Jenderal

Di tengah gelombang reformasi, Sekretaris Jenderal CAF, Véron Mosengo-Omba, secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya setelah menjabat selama lima tahun. Pejabat berkebangsaan Swiss-Kongo tersebut menyatakan ingin fokus pada proyek pribadi.

Nama Mosengo-Omba sebelumnya sempat terseret dalam tuduhan pelanggaran keuangan, meski kantor Kejaksaan Publik Swiss telah menghentikan penyelidikan pada awal 2025 karena tidak menemukan dasar hukum yang kuat. Samson Adamu dari Federasi Sepak Bola Nigeria kini ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal hingga terpilih pejabat permanen.

Sengketa Gelar Juara dan Ekspansi Turnamen

Hingga saat ini, status juara Piala Afrika masih menjadi polemik hukum. CAF sebelumnya mencabut gelar juara dari Senegal dan memberikannya kepada tuan rumah Maroko dua bulan pasca laga final. Senegal kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Swiss. Menariknya, timnas Senegal tetap memamerkan trofi tersebut dalam parade di Paris pada Sabtu lalu.

Selain urusan internal, Motsepe membawa kabar besar mengenai masa depan turnamen. Mulai edisi 2027, jumlah peserta Piala Afrika akan ditambah dari 24 tim menjadi 28 tim. Hal ini sejalan dengan rencana transformasi turnamen yang nantinya akan digelar setiap empat tahun sekali mulai tahun 2028.

Terkait persiapan Piala Afrika 2027, Motsepe dijadwalkan mengunjungi Kenya pada Mei mendatang untuk meninjau kesiapan tuan rumah bersama Tanzania dan Uganda. Ia menepis isu kepindahan lokasi turnamen dan memastikan persiapan terus berjalan sesuai rencana.

 

Sumber:

Berita Terkait