Pangkas Manajemen Gemuk, Bobby Nasution Usulkan Enam BUMD Sumut Dimerger
Penampilan Bobby Nasution saat berbicara di podium Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumatera Utara mengenai restrukturisasi perusahaan daerah.--
Kondisi tersebut berdampak pada posisi tawar BUMD Sumut saat berhadapan dengan pihak swasta. Selama ini, korporasi milik daerah kerap dipandang sebelah mata ketika terlibat dalam proyek patungan atau kerja sama strategis.
"Selama ini kita tahu ketika bekerja sama dengan pihak ketiga, sering kali posisi kita lebih lemah," aku Bobby.
Menurutnya, dalam banyak skema kemitraan, entitas bisnis daerah sering dianggap terlalu kecil sehingga kurang diperhitungkan oleh para investor.
Oleh karena itu, konsolidasi modal dan aset melalui sistem merger diharapkan bisa melahirkan perusahaan daerah yang jauh lebih kompetitif di pasar.
Saat ini, Sumatera Utara tercatat memiliki enam BUMD yang bergerak di lini sektor berbeda. Keenamnya adalah PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut), PT Perkebunan Sumatera Utara (PT PSU), PT Dhirga Surya Sumatera Utara, PT Pembangunan Sarana dan Prasarana Sumatera Utara (Pusantara), PD Aneka Industri dan Jasa (AIJ), serta PD Aneka Tambang dan Energi (ATE).
Melalui restrukturisasi ini, sasaran pemprov tidak sekadar memecat atau memangkas jumlah posisi direktur dan komisaris.
Tujuan jangka panjang dari perampingan ini adalah membentuk tata kelola perusahaan yang profesional yang berorientasi penuh pada setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pemerintah daerah memproyeksikan, ketika rantai birokrasi dan manajemen perusahaan berhasil disederhanakan, beban belanja operasional otomatis menurun drastis.
Alokasi anggaran yang sebelumnya habis untuk pos tersebut nantinya dialihkan secara penuh untuk modal pengembangan usaha serta peningkatan mutu layanan publik di Sumatera Utara.
Sumber: