Deretan Benda Wajib Saat Imlek dan Makna Filosofis di Baliknya
Perayaan Imlek selalu identik dengan berbagai pernak-pernik khas yang sarat makna. Mulai dari lampion, angpao, hingga jeruk mandarin, berikut arti benda-benda yang selalu hadir saat Imlek-.Foto:Unsplash-
SUMUT.DISWAY.ID - Perayaan Tahun Baru Imlek tidak pernah lepas dari berbagai benda khas yang menghiasi rumah, tempat ibadah, hingga ruang publik. Benda-benda tersebut bukan sekadar dekorasi, melainkan menyimpan makna filosofis yang telah diwariskan secara turun-temurun dalam budaya Tionghoa.
Setiap pernak-pernik Imlek dipercaya membawa doa, harapan, serta energi positif untuk menyambut tahun yang baru. Berikut sejumlah benda yang hampir selalu hadir saat perayaan Imlek beserta maknanya.
Lampion merah menjadi simbol yang paling mudah dikenali saat Imlek. Warna merah melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan perlindungan dari energi negatif. Lampion biasanya digantung di depan rumah atau tempat umum sebagai tanda suka cita dan harapan akan tahun yang lebih baik.
Angpao juga tidak pernah absen dalam perayaan Imlek. Amplop merah ini berisi uang yang diberikan kepada anak-anak atau anggota keluarga yang belum menikah. Angpao melambangkan doa restu, harapan rezeki, serta keberuntungan bagi penerimanya, bukan semata soal jumlah uang di dalamnya.
Warna merah sendiri mendominasi hampir seluruh dekorasi Imlek. Mulai dari kain, hiasan dinding, hingga busana. Warna ini dipercaya mampu mengusir nasib buruk sekaligus menghadirkan energi positif untuk memulai tahun baru.
Buah jeruk, terutama jeruk mandarin, kerap tersaji di meja saat Imlek. Bentuknya yang bulat dan warnanya yang cerah melambangkan kemakmuran, kelimpahan, serta keberuntungan. Penyajian jeruk juga menjadi simbol harapan akan rezeki yang berlimpah sepanjang tahun.
Hio atau dupa sering digunakan saat Imlek, khususnya dalam tradisi sembahyang. Pembakaran hio menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur serta doa untuk keselamatan dan kelancaran hidup di tahun yang baru.
Kaligrafi huruf Fu juga menjadi hiasan khas Imlek. Huruf Fu yang berarti keberuntungan atau kebahagiaan biasanya ditempel terbalik di pintu rumah. Penempatan terbalik ini melambangkan keberuntungan yang telah datang dan menetap.
Shio turut mewarnai perayaan Imlek setiap tahunnya. Hewan shio dipercaya merepresentasikan karakter, peruntungan, serta siklus kehidupan manusia. Pergantian shio menjadi simbol dimulainya fase baru dalam perjalanan hidup.
Keberadaan pernak-pernik tersebut membuat perayaan Imlek terasa lebih hidup dan bermakna. Di balik kemeriahannya, setiap benda menyimpan filosofi tentang harapan, kebahagiaan, dan semangat menyambut masa depan yang lebih baik.
Sumber: