SUMUT.DISWAY.ID - Kabar positif datang dari sektor kesehatan Sumatera Utara. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencatat sejumlah indikator pembangunan kesehatan menunjukkan tren membaik, mulai dari meningkatnya umur harapan hidup hingga menurunnya angka kematian ibu dan bayi.
Dinas Kesehatan Sumut menyebut capaian tersebut lahir dari penguatan layanan kesehatan yang dijalankan secara terintegrasi bersama pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Faisal Hasrimy, mengatakan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat tidak terlepas dari penguatan pelayanan publik yang terus diperluas dalam beberapa tahun terakhir.
“Peningkatan ini menunjukkan pelayanan kesehatan masyarakat semakin membaik. Banyak indikator berhasil melampaui target yang telah ditetapkan,” ujar Faisal di Medan, Jumat.
Umur Harapan Hidup Warga Sumut Terus Naik
Berdasarkan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2025 yang telah direviu Inspektorat Provinsi Sumut, umur harapan hidup (UHH) masyarakat Sumatera Utara tercatat mencapai 74,19 tahun.
Angka tersebut melampaui target kinerja sebesar 74,01 tahun atau mencapai realisasi 100,24 persen. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, peningkatan ini juga terlihat cukup konsisten. Pada 2024, UHH Sumut berada di angka 73,90 tahun, sedangkan pada 2023 sebesar 73,67 tahun.
Peningkatan umur harapan hidup umumnya menjadi indikator membaiknya kualitas pelayanan kesehatan, akses masyarakat terhadap fasilitas medis, hingga tingkat kesejahteraan warga.
AKI Sumut Turun Jauh di Bawah Rata-rata Nasional
Pencapaian paling menonjol terlihat pada penurunan Angka Kematian Ibu (AKI). Dinas Kesehatan Sumut mencatat AKI berhasil ditekan menjadi 45,38 per 100 ribu kelahiran hidup.
Capaian tersebut melampaui target awal sebesar 65,78 per 100 ribu kelahiran hidup. Bahkan, angkanya tercatat lebih baik dibanding rerata nasional tahun 2025 yang berada di level 85,17 per 100 ribu kelahiran hidup.
Selain itu, Angka Kematian Bayi (AKB) juga menunjukkan perkembangan positif. Data Dinas Kesehatan Sumut mencatat AKB terealisasi sekitar 3,20 per 1.000 kelahiran hidup atau lebih baik dari target 3,28 per 1.000 kelahiran hidup.
Faisal menjelaskan penerapan sistem pelaporan berbasis nama dan alamat melalui aplikasi Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) dari Kementerian Kesehatan membantu tenaga medis melakukan respons cepat terhadap potensi risiko kematian ibu maupun bayi.
Menurut dia, pendekatan digital tersebut mempercepat proses pemantauan kasus sehingga penanganan medis dapat dilakukan lebih dini.
Cakupan JKN Lampaui Target, Status UHC Tetap Terjaga
Di sisi lain, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Sumut juga melampaui target. Dinas Kesehatan mencatat angka kepesertaan mencapai 100,67 persen dari target awal sebesar 98,6 persen.
Dengan capaian itu, Sumatera Utara berhasil mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC). Artinya, masyarakat semakin mudah mengakses layanan kesehatan tanpa terkendala biaya pengobatan.
Tak hanya itu, mutu pelayanan fasilitas kesehatan juga mengalami peningkatan. Persentase puskesmas dan rumah sakit yang memperoleh akreditasi paripurna tercatat mencapai 53,96 persen atau melampaui target sebesar 41,1 persen.