SUMUT.DISWAY.ID - Banjir melanda sejumlah wilayah di Tebing Tinggi, Sumatera Utara, dan menyebabkan ribuan warga terdampak. Data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumut mencatat empat kecamatan terdampak genangan air.
Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Rambutan, Padang Hulu, Bajenis, dan Tebing Tinggi Kota. Banjir tersebut turut memengaruhi aktivitas masyarakat di 11 kelurahan.
Berdasarkan laporan yang diterima di Medan pada Senin, sedikitnya 1.051 kepala keluarga terdampak akibat bencana tersebut. Selain itu, sebanyak 966 unit rumah ikut terendam banjir.
Di Kecamatan Rambutan, banjir terjadi di Kelurahan Sri Padang Lingkungan I dan II dengan total 117 kepala keluarga dan 103 rumah terdampak.
Sementara di Kecamatan Padang Hulu, genangan air memengaruhi warga di Kelurahan Pabatu dan Lubuk Batu dengan total 69 kepala keluarga terdampak.
Wilayah paling banyak terdampak berada di Kecamatan Bajenis. Banjir tercatat merendam beberapa kelurahan seperti Bandar Sakti, Berehol, Bulian, Pinang Mancung, hingga Teluk Karang.
Di Kelurahan Bulian saja, tercatat 182 kepala keluarga dan 178 rumah terdampak banjir.
Sedangkan di Kecamatan Tebing Tinggi Kota, genangan air terjadi di Kelurahan Bandar Utama, Badak Bejuang, dan Tebing Tinggi Lama. Jumlah warga terdampak di kawasan tersebut mencapai ratusan kepala keluarga.
Tidak hanya permukiman warga, sejumlah fasilitas umum juga ikut terdampak banjir. Dua sekolah dasar negeri, satu puskesmas pembantu, satu mushalla, dan satu pasar dilaporkan ikut terendam.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan data tersebut berasal dari laporan yang dihimpun Pusdalops PB Sumut.
“Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban luka, korban meninggal dunia maupun warga yang mengungsi,” ujarnya.
BPBD Sumut bersama pemerintah daerah dan sejumlah pihak terkait saat ini masih terus melakukan penanganan di lokasi terdampak banjir.
Selain melakukan koordinasi lintas instansi, petugas juga terus memantau kondisi wilayah guna memastikan proses penanganan berjalan optimal.
“Kondisi terkini masih dalam penanganan pihak terkait,” kata Sri Wahyuni.