DISWAY.SUMUT.ID - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), fokus melakukan perbaikan besar-besaran pada ruas jalan utama yang terdampak bencana akhir November 2025.
Upaya ini ditujukan agar konektivitas antar wilayah kembali pulih maksimal, terutama menjelang momen Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kepala BBPJN Sumut, Hardy Siahaan, menyampaikan rangkaian pembenahan infrastruktur jalan nasional sepanjang sekitar 500 kilometer di lima wilayah prioritas.
“Sekitar 500 kilometer di wilayah tersebut sedang dilakukan perbaikan setelah kejadian bencana sekaligus perawatan jalan,” ungkap Hardy Siahaan.
Lima wilayah yang dimaksud meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Tapanuli Utara, dan Kota Sibolga.
Hardy merinci bahwa perbaikan meliputi sejumlah jalur strategis, seperti Tarutung – Sipirok – Padang Sidimpuan, Sibolga – Batang Toru – Padangsidimpuan, dan Batang Toru – Singkuang.
“Dari 500 kilometer tersebut, perbaikan masih di bawah 20 persen atau sebanyak 235 titik. Secara intensif, penanganan dilakukan sekitar 40 hingga 50 kilometer,” jelasnya.
Hingga kini progres perbaikan baru mencapai kurang dari 20 persen dengan 235 titik perbaikan, sementara pekerjaan intensif baru fokus di 40–50 kilometer jalan.
Tantangan Teknis Perbaikan Jalan
Hardy mengakui beberapa kendala masih menghambat prosesnya, khususnya cuaca yang tidak menentu dan adanya longsor susulan di beberapa titik.
Selain itu, pekerjaan rekonstruksi memerlukan rancangan desain detail, untuk memastikan kualitas dan keamanan jangka panjang.
“Selain itu, untuk rekonstruksi jalan harus ada detail desain yang dihitung secara tepat,” ucapnya.
BBPJN juga mencatat bahwa total 2.600 kilometer jaringan jalan nasional di seluruh Sumut, secara rutin dilakukan pemeliharaan dan perawatan, tidak hanya perbaikan pascagempa dan banjir.
Upaya ini penting, karena kondisi geografis Sumut yang rawan cuaca ekstrem sering mengganggu infrastruktur utama.
Pembenahan jalan yang cepat dan terencana dapat mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga perkembangan ekonomi lokal pascabisnis.