SUMUT.DISWAY.ID - Suasana duka yang mendalam menyelimuti warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang. Tragedi memilukan terjadi di perlintasan kereta api Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, yang merenggut nyawa sembilan orang anggota keluarga besar dalam satu insiden kecelakaan maut.
Sembilan korban yang tewas dalam peristiwa ini teridentifikasi sebagai satu garis keturunan dan kerabat dekat. Mereka adalah Asrah atau Umi Zahara (80), Zaitun, Daratul Laila (50), Kadir (42), Devi (41), serta tiga anak-anak yakni Hafis (7), Rafka (6), dan dua kerabat lainnya, Rizal (59) serta Risnawati (57).
Menurut Kepala Desa Mekar Sari, Juliadi, rombongan satu keluarga sedang dalam perjalanan pulang setelah menghadiri acara pesta pernikahan di Kabupaten Batu Bara. Tak hanya sekadar menghadiri undangan, mereka menyempatkan diri singgah di Tebing Tinggi untuk membesuk salah satu kerabat yang tengah terbaring sakit.
Menurutnya enam orang dari korban merupakan wargan di Desa Mekar Sari. Isak tangis pecah saat jenazah tiba di rumah duka untuk disemayamkan, sementara beberapa korban lainnya dibawa ke rumah duka di wilayah Tanjung Morawa dan Medan Marelan sesuai permintaan pihak keluarga.
Korban Sembilan Orang, Sopir Meninggal di RS
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi sembilan orang. Korban terakhir yang mengembuskan napas terakhir adalah pengemudi mobil (driver) yang sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi dalam kondisi kritis.
"Satu korban lagi meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara, yakni pengemudinya. Jadi total korban jiwa hingga saat ini mencapai sembilan orang," jelas Kombes Ferry kepada media.
Kecelakaan ini kembali menjadi peringatan keras akan pentingnya kewaspadaan di perlintasan kereta api, terutama yang tidak memiliki palang pintu pengaman. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan yang menghancurkan satu keluarga tersebut.
Warga silih berganti mendatangi rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir. Bagi warga setempat, kehilangan sembilan orang sekaligus dalam satu musibah kecelakaan merupakan duka terbesar yang pernah dialami lingkungan mereka di awal tahun ini.