Sering Dianggap Sehat, Ini Alasan Buah Utuh Lebih Baik Disantap Daripada Dijus

Sering Dianggap Sehat, Ini Alasan Buah Utuh Lebih Baik Disantap Daripada Dijus

Segelas jus buah manis dan buah-buahan segar utuh yang kaya serat alami.-Foto:pexels@Jaycee300s-

sumut.disway.id - Minum jus buah kerap dianggap sebagai cara praktis untuk memenuhi kebutuhan asupan nutrisi harian. Kendati demikian, mengonsumsi buah secara utuh tetap jauh lebih dianjurkan oleh para ahli gizi ketimbang mengubahnya menjadi minuman olahan.

Laporan Harvard Health Publishing mencatat buah utuh mempertahankan kandungan serat alami secara maksimal. Di sisi lain, mengolah buah menjadi jus memicu penyerapan gula alami dalam jumlah besar secara relatif cepat.

Pakar kesehatan menilai persoalan utama bukan terletak pada jenis buahnya, melainkan pada takaran porsi serta metode pengolahannya.

Risiko Buah Tinggi Gula dan Penyaringan Serat

Beberapa jenis buah seperti mangga, pisang, anggur, dan nanas memiliki kadar gula alami yang cukup tinggi. Ketika beberapa buah tersebut dicampur sekaligus ke dalam satu gelas jus, kadar manis dan kalori masukan akan meningkat tajam.

Proses pembuatan jus tradisional lewat mesin pemerah (juicer) kerap menyisihkan ampas serta daging buah. Padahal, serat pada ampas buah berperan memperlambat penyerapan gula di saluran pencernaan sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama.

Pengurangan serat secara masif membuat gula buah terserap cepat ke dalam aliran darah.

Trik Sehat Mengolah Jus Buah

Masyarakat tidak harus menghentikan konsumsi jus buah secara total. Beberapa penyesuaian sederhana dapat dilakukan agar jus yang dibuat tetap membawa manfaat bagi tubuh.

Penggunaan mesin blender lebih disarankan ketimbang penyaring biasa agar serat dan daging buah tetap ikut terkonsumsi. Porsi buah yang diolah perlu dibatasi secukupnya serta menghindari pemakaian gula tambahan, krimer, maupun sirup.

Mengutamakan konsumsi buah segar secara utuh tetap menjadi pilihan terbaik dalam menjaga keseimbangan nutrisi harian.

Sumber: