WASPADA KARHUTLA! BMKG Deteksi 54 Titik Panas Tersebar di Wilayah Sumut
Peta pemantauan titik panas BMKG dan kondisi cuaca di wilayah Sumatra Utara.-Foto:IST-
sumut.disway.id - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mendeteksi keberadaan 54 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatra Utara. Pemantauan ini bersumber dari olahan data sensor Satelit Tera, Aqua, SNPP, serta NOAA20.
Prakirawan BMKG Wilayah I Medan, Putri Diana, menyampaikan bahwa titik panas terbanyak berada di Padanglawas Utara dengan 10 titik, disusul Toba sebanyak 9 titik, dan Labuhanbatu Selatan 6 titik.
"Titik panas tersebut terpantau berdasarkan pantauan sensor medis yakni Satelit Tera, Aqua, SNPP, dan NOAA20," kata Putri Diana di Medan, Senin (10/8/2026).
Sebaran hotspot lainnya tercatat di Dairi, Labuhanbatu, dan Tapanuli Tengah masing-masing 5 titik. Wilayah Karo, Labuhanbatu Utara, Simalungun masing-masing 3 titik. Sementara Asahan, Batubara, Humbang Hasundutan, Mandailing Natal, dan Tapanuli Utara masing-masing terdeteksi 1 titik.
Guna mencegah kebakaran hutan dan lahan, BMKG meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran saat membersihkan areal lahan di tengah kondisi cuaca yang cenderung terik.
Meski terdeteksi puluhan titik panas, potensi hujan masih membayangi sebagian besar wilayah Sumatra Utara.
BMKG memprakirakan cuaca pada Selasa (11/8/2026) pagi cenderung berawan. Memasuki siang hingga sore hari, hujan berintensitas ringan berpotensi merata di Sumatra Utara dan berlanjut hingga malam hari.
Pada dini hari, cuaca diprediksi berawan dengan potensi hujan ringan di Batubara, Labuhanbatu, Serdang Bedagai, Langkat, dan sekitarnya.
BMKG juga mengeluarkan peringatan khusus terkait potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem di kawasan rawan.
"Waspadai potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang di pantai timur, lereng timur Sumatera Utara yang dapat menyebabkan bencana berupa banjir, longsor dan angin kencang," tutur Putri.
Sumber: