Gubernur Bobby Nasution Minta OJK Perkuat Jasa Keuangan Syariah dan Industri Halal Sumut
Gubernur Sumut Bobby Nasution saat acara pengukuhan Kepala OJK Provinsi Sumut yang baru di Medan-ANT-
sumut.disway.id - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercepat penguatan ekosistem jasa keuangan berbasis syariah di wilayahnya. Permintaan ini bertepatan dengan momen pergantian pimpinan lembaga pengawas keuangan tersebut di Medan.
"Terus mendorong penguatan jasa keuangan berbasis syariah," kata Bobby usai menghadiri pengukuhan Kepala OJK Provinsi Sumut Triyoga Laksito di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (31/7/2026). Triyoga menggantikan posisi Khoirul Muttaqien.
Bobby menekankan pentingnya pemetaan kebutuhan ekonomi daerah. OJK perlu mengklasifikasikan potensi tiap kabupaten dan kota berdasarkan karakteristik lokal.
Kemudahan Kredit Bencana dan Industri Halal
OJK memegang peran independen sebagai penyeimbang pertumbuhan ekonomi. Bobby berharap OJK responsif terhadap masalah wilayah, termasuk dampak bencana hidrometeorologi yang melanda warga pada akhir November 2025.
"Kami harap OJK bisa melihat persoalan di setiap daerah dengan cara berbeda sesuai kekhasan masing-masing. Misalnya, kondisi bencana meninggalkan persoalan yang mendalam bagi masyarakat," ujar Bobby.
Pemerintah daerah berupaya menyalurkan kemudahan pembiayaan bagi korban. "Warga yang menjadi korban, karena hidup mereka masih berat," ucapnya.
Selain akses modal, OJK mendapat tantangan memperkuat sektor produk halal. Indonesia saat ini masih mengimpor produk halal dari negara minoritas muslim seperti Tiongkok dan Australia.
"Dari sini, bagaimana kita menguatkan industri halal di sektor keuangan. Tujuannya untuk menguatkan hadirnya produk halal secara massif," tutur Bobby.
Sinergi Regulator dan Daerah
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK RI Hernawan Bekti Sasongko mengapresiasi dukungan Pemprov Sumut terhadap fungsi pengawasan lembaga. Sinergi ini memperkuat koordinasi aturan di sektor keuangan.
"Kami harapkan kinerja OJK bersama seluruh pihak terkait dapat dilanjutkan oleh kepala OJK yang baru. Semoga kolaborasi pemerintah provinsi tetap kuat, sehingga masalah bisa kita selesaikan bersama," kata Hernawan.
Sumber: