Dua Hari Pencarian, Tim SAR Temukan Pria yang Hanyut di Sungai Bah Toguran Simalungun

Dua Hari Pencarian, Tim SAR Temukan Pria yang Hanyut di Sungai Bah Toguran Simalungun

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban hanyut di aliran Sungai Bah Toguran Simalungun Sumatera Utara.-ANT-

sumut.disway.id – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang pria berusia 58 tahun yang hanyut di Sungai Bah Toguran, Desa Bosar Galugur, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Petugas menemukan korban bernama Mula Sirait tersebut dalam kondisi meninggal dunia setelah melakukan operasi pencarian selama dua hari.

Kepala Kantor Basarnas Kelas A Medan, Hery Marantika mengonfirmasi penemuan jasad korban tersebut. Pihaknya bergerak melakukan pencarian setelah menerima laporan hilangnya korban dari kepolisian setempat.

Sebelum menghubungi Basarnas, personel kepolisian bersama masyarakat sekitar sebenarnya sudah berupaya mencari keberadaan korban. Namun, upaya mandiri tersebut belum membuahkan hasil hingga akhirnya mereka meminta bantuan resmi ke Kantor Basarnas Kelas A Medan.

Kronologi Kejadian dan Petunjuk Awal

Peristiwa bermula saat seorang saksi mata bernama Bunga Sianturi mendengar suara sepeda motor milik korban melintasi penyeberangan sungai. Korban saat itu diketahui tengah berkendara menuju ke arah perladangan.

Hingga pukul 12.00 WIB, keberadaan Mula Sirait tidak kunjung terlihat di lokasi ladang tersebut. Kecurigaan saksi muncul saat hendak berjalan pulang ke rumah.

"Saksi mendapati sepeda motor korban masih terparkir di penyeberangan sungai, sementara korban tidak ditemukan," kata Hery Marantika melalui keterangan tertulis yang diterima di Medan, Kamis 2 Juli 2026.

Mendapat laporan tersebut, Tim Rescue Kantor SAR Medan langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk menggelar operasi penyelamatan. Petugas membagi tim pencari ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).

Deteksi Visual Menggunakan Drone Thermal

SRU pertama bertugas menyisir jalur udara menggunakan drone thermal dari titik awal kejadian menuju arah hilir sungai sejauh dua kilometer. Sementara itu, SRU kedua melakukan metode scouting darat dengan menyusuri bantaran sungai pada sektor yang sama untuk memeriksa titik-titik potensial.

Pencarian teknologi udara tersebut akhirnya membuahkan hasil pada hari kedua operasi. Petugas berhasil mendeteksi posisi korban melalui tangkapan kamera drone thermal pada koordinat 02°54′58.38″N 99°13′47.57″E. Lokasi penemuan berada sekitar satu kilometer dari tempat awal hilangnya korban.

"Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban atas nama Mula Sirait dalam keadaan meninggal dunia sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian awal," jelas Hery.

Petugas gabungan langsung mengevakuasi jasad korban dari sungai dan menyerahkannya kepada pihak keluarga. Pihak Basarnas menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat arus deras.

Dengan ditemukannya jasad Mula Sirait, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh personel gabungan yang terlibat kini telah kembali ke kesatuan masing-masing.

 

Sumber: