Kaya Antioksidan dan Serat, Intip Lima Khasiat Bengkoang Menurut Data Medis

Kaya Antioksidan dan Serat, Intip Lima Khasiat Bengkoang Menurut Data Medis

Daging buah bengkoang segar berwarna putih yang kaya kandungan air dan nutrisi untuk mendukung imunitas serta kesehatan kulit.-Alodokter-

sumut.disway,id - Kondisi cuaca yang kerap berubah secara drastis menuntut masyarakat untuk lebih ketat dalam menjaga kondisi fisik. 

Salah satu alternatif alami yang efektif untuk menjaga kebugaran dan kesehatan kulit adalah dengan memanfaatkan komoditas pangan lokal seperti bengkoang.

Jenis umbi-umbian bernama latin Pachyrhizus erosus ini jamak dikonsumsi masyarakat sebagai bahan campuran rujak. 

Melansir rilis data kesehatan resmi yang dihimpun oleh RRI, jenis tumbuhan ini menyimpan senyawa penunjang metabolisme yang tinggi.

Karakteristik utama dari bahan pangan ini terletak pada volume cairannya. Komponen air di dalam daging buah tercatat mendominasi dengan persentase mencapai 86 hingga 90 persen dari total keseluruhan bobot umbi. 

Tingginya kadar cairan tersebut efektif membantu tubuh terhindar dari risiko dehidrasi sekaligus mengoptimalkan kinerja organ dalam.

Berikut adalah lima manfaat penting buah bengkoang untuk menunjang kesehatan tubuh yang sudah disusun secara acak dari urutan sumber aslinya:

1. Rahasia Kulit Cerah dan Awet Muda

Pada sektor estetika medis, buah dengan daging putih bersih ini mengandalkan pasokan vitamin C dalam jumlah melimpah. Senyawa organik tersebut memegang peran penting dalam memicu pembentukan protein kolagen alami di dalam jaringan epidermis.

Pasokan kolagen yang terpenuhi dengan baik berkhasiat menjaga kekenyalan kulit, menyamarkan tanda penuaan dini, serta membantu mencerahkan pigmen kulit dari dalam secara alami.

2. Menurunkan Risiko Kanker

Selain vitamin C, komoditas hortikultura ini juga menyimpan cadangan vitamin E dalam kadar yang signifikan. Kombinasi kedua jenis vitamin tersebut membentuk benteng antioksidan yang kuat.

Senyawa antioksidan ini bekerja aktif memutus rantai penyebaran radikal bebas berbahaya di dalam tubuh. Penetralan radikal bebas ini meminimalkan risiko kerusakan struktur sel sekaligus menekan potensi kemunculan penyakit degeneratif, termasuk kanker.

3. Aman untuk Penderita Diabetes dan Menu Diet

Sumber: