Stok Gudang Melimpah, Bulog Sumut Siap Salurkan Bantuan Pangan Beras Periode Juli 2026

Stok Gudang Melimpah, Bulog Sumut Siap Salurkan Bantuan Pangan Beras Periode Juli 2026

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto,--

sumut.disway.id– Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyatakan kesiapan penuh untuk mendistribusikan program bantuan pangan beras pada periode Juli 2026 mendatang. Kepastian penyaluran ini didasarkan pada kondisi riil ketersediaan pasokan di dalam gudang penyimpanan yang berada dalam status aman dan mencukupi.

"Prinsipnya kami siap, karena stok beras di gudang di Sumut mencukupi," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, di Medan, Minggu (14/6/2026).

Budi memaparkan bahwa akumulasi stok beras yang tersimpan di seluruh jaringan gudang Bulog Sumut saat ini menyentuh angka sekitar 56.740 ton. Volume cadangan pangan tersebut masih berpotensi mengalami penambahan pasokan yang dikirimkan dari pusat gudang Jakarta maupun wilayah sentra produksi lainnya.

Dari total ketersediaan tersebut, Bulog memastikan kuota yang ada lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan alokasi bagi 1.756.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Sumut. Untuk penyaluran satu periode penuh di bulan Juli 2026, estimasi volume beras yang dibutuhkan berada di kisaran 17.560 ton.

Keandalan stok ini juga diproyeksikan semakin kokoh seiring berjalannya program penyerapan gabah lokal. "Ditambah dengan masih ada penyerapan beras, karena diprediksikan Juli atau Agustus sudah ada sejumlah daerah yang memasuki musim panen sebagai memperkuat stok di gudang," imbuh Budi.

Kesiapan manajemen Bulog Sumut untuk mengeksekusi program periode Juli ini juga ditopang oleh evaluasi performa penyaluran sebelumnya. Pada program jaminan sosial periode Februari–Maret 2026, realisasi serapan telah menyentuh angka 5,5 persen dari total target 1,7 juta penerima manfaat.

Pihak Kanwil Bulog Sumut menyatakan sikap optimistis bahwa sisa target distribusi untuk pagu Februari–Maret 2026 akan tuntas secara keseluruhan pada akhir Juni ini. Dengan demikian, pelaksanaan untuk estafet program bulan Juli dapat langsung bergulir tanpa hambatan teknis.

Selain berfungsi sebagai jaring pengaman sosial, intervensi logistik ini dirancang untuk meredam gejolak pasar. Kehadiran pasokan beras gratis ini diharapkan mampu meringankan pos pengeluaran rumah tangga sekaligus mendukung kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di level provinsi maupun kabupaten/kota dalam mengontrol laju inflasi sektor pangan.

Guna memperkuat daya dukung pasar murah dan stabilitas harga, Bulog secara paralel telah menyiapkan cadangan komoditas pendukung berupa 35.000 ton beras komersial beserta tujuh juta liter pasokan minyak goreng bersubsidi dengan merek Minyakita.

Di tingkat nasional, pemerintah pusat telah mengambil langkah strategis dengan menambah durasi pemberian bantuan pangan beras seberat 10 kilogram per penerima. Kebijakan perpanjangan selama tiga bulan ini menyasar total 33,244 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia demi memproteksi daya beli warga dari ancaman musim kemarau panjang serta volatilitas harga komoditas global.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa keputusan penambahan durasi penyaluran jatah beras ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara menginstruksikan agar pergerakan harga kebutuhan pokok di tingkat hilir tidak memberikan beban ekonomi yang berat bagi masyarakat kecil.

"Oleh karena itu, bantuan beras atau bantuan pangan ya, itu kita tambah tiga bulan," pungkas pria yang akrab disapa Zulhas tersebut setelah memimpin jalannya Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Jakarta.

 

Sumber:

Berita Terkait