Mojtaba Khamenei Rumornya Jalani Operasi Rahasia di Rusia Usai Serangan AS-Israel

Mojtaba Khamenei Rumornya Jalani Operasi Rahasia di Rusia Usai Serangan AS-Israel

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dikabarkan menjalani operasi rahasia di Rusia usai terluka akibat serangan AS-Israel. Teheran tegaskan ia masih hidup.-Foto:TNA-

SUMUT.DISWAY.ID - Kabar terbaru mengenai kondisi Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, kembali memicu perhatian dunia. Setelah sempat diisukan terluka parah dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel, Mojtaba dilaporkan telah dievakuasi secara diam-diam menuju Rusia untuk menjalani operasi penyelamatan nyawa.

Melansir laporan dari Metro.co.uk dan surat kabar Kuwait, Al-Jarida, evakuasi rahasia tersebut membawa putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei ini ke Moskow menggunakan pesawat militer Rusia. 

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Mojtaba menjalani operasi kaki yang kritis di salah satu fasilitas istana kepresidenan Vladimir Putin. Langkah medis ini diambil setelah ia berhasil diselamatkan dari bunker yang dihantam serangan militer pada akhir Februari lalu.

Meski kondisi fisiknya masih menjadi misteri, Mojtaba baru-baru ini merilis pernyataan tertulis yang penuh nada kemarahan. Melalui televisi pemerintah Iran, ia menuntut balas dendam atas kematian ayah, ibu, istri, serta anak laki-lakinya yang tewas dalam serangan awal pada 28 Februari. Ia juga mengancam akan menutup Selat Hormuz dan mendesak negara tetangga untuk menutup pangkalan militer AS.

Spekulasi mengenai kondisi kesehatan Mojtaba memang beragam. Beberapa sumber menyebut ia mengalami patah kaki dan luka wajah, sementara laporan lain mengklaim kondisi yang lebih serius. 

Meski begitu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membantah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Mojtaba telah tiada. Araghchi menegaskan bahwa sang pemimpin baru dalam keadaan sehat dan memantau situasi sepenuhnya.

Hingga saat ini, sosok yang resmi menggantikan ayahnya sejak 1 Maret tersebut belum pernah tampil langsung di hadapan publik. Absennya Mojtaba di depan kamera pada pidato perdananya pekan lalu semakin memperkuat tanda tanya mengenai kondisi sebenarnya dari pemimpin baru Teheran ini di tengah krisis yang sedang berkecamuk.

 

Sumber: