Warga Tapanuli Selatan Hilang Terseret Ombak Samudra Hindia Saat Berenang di Muara Batang Toru

Warga Tapanuli Selatan Hilang Terseret Ombak Samudra Hindia Saat Berenang di Muara Batang Toru

Abdul Rohman Harahap (20), warga Tapsel, hilang terseret ombak Samudra Hindia di Pantai Simarlelan. Tim SAR gabungan masih lakukan pencarian intensif di lokasi.-Unsplash-

SUMUT.DISWAY.ID - Insiden memilukan menimpa seorang pemuda asal Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang dilaporkan hilang setelah tergulung ombak besar di perairan Samudra Hindia, Pantai Barat Sumatera. 

Korban yang diketahui bernama Abdul Rohman Harahap (20), warga Desa Parsalakan, Kecamatan Angkola Barat, hingga kini masih dalam proses pencarian intensif oleh tim gabungan. Peristiwa tragis ini terjadi di kawasan Pantai Barat Desa Simarlelan, Kecamatan Muara Batang Toru, pada Senin, 23 Maret 2026 siang.

Komandan Koramil 01/Batang Toru Kodim 0212/Tapanuli Selatan, Kapten Inf. Sarkani Nasution, mengonfirmasi bahwa musibah tersebut berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, korban tengah menikmati liburan dengan berenang bersama rekannya, Asrihadi Risky (16). Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, keduanya diduga berenang terlalu jauh dari bibir pantai hingga mencapai area yang memiliki arus cukup kuat.

Kepanikan melanda saat ombak besar tiba-tiba datang dan menyeret kedua pemuda tersebut semakin jauh ke tengah laut. Masyarakat sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut langsung bergegas memberikan pertolongan darurat. Warga berhasil menyelamatkan Asrihadi Risky dari terjangan arus, namun nahas bagi Abdul Rohman yang seketika hilang tertelan ombak Samudra Hindia dan tidak berhasil terjangkau oleh tim penyelamat warga.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, serta dibantu masyarakat setempat masih menyisir area perairan sekitar lokasi kejadian. Kendala cuaca dan kondisi gelombang yang fluktuatif menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian korban. Petugas terus berupaya melakukan perluasan radius penyisiran guna menemukan keberadaan pemuda malang tersebut secepat mungkin.

Otoritas keamanan mengimbau dengan sangat agar masyarakat yang berkunjung ke kawasan pantai lebih waspada terhadap kondisi gelombang laut yang berbahaya. Para wisatawan diminta untuk tidak berenang terlalu jauh ke tengah, terutama di area terbuka Samudra Hindia yang dikenal memiliki arus bawah laut yang kuat. Keselamatan diri harus menjadi prioritas utama guna menghindari terulangnya musibah serupa di masa libur panjang seperti saat ini.

 

Sumber:

Berita Terkait