PSMS Medan Panen Sanksi Komdis PSSI, Denda Menumpuk Akibat Ulah Suporter dan Pemain
PSMS Medan dijatuhi denda beruntun oleh Komdis PSSI akibat yel-yel suporter hingga pemain tanpa ID Card.-Foto:IG@psmsmedan_official-
SUMUT.DISWAY.ID - Komite Disiplin (Komdis) PSSI kembali menjatuhkan sanksi berat kepada sejumlah klub dan pemain di kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026. PSMS Medan menjadi tim yang paling banyak menerima kerugian finansial akibat berbagai pelanggaran disiplin dalam laga melawan Sumsel United pada pertengahan Februari lalu.
Berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI per 18 Februari 2026, klub berjuluk Ayam Kinantan tersebut harus merogoh kocek dalam-dalam untuk membayar denda yang menumpuk. Salah satu pelanggaran yang mencolok adalah aksi suporter di tribun selatan yang menyuarakan yel-yel bernada hinaan terhadap perangkat pertandingan. Aksi ini berujung denda sebesar Rp25 juta bagi manajemen klub.
Tak berhenti di situ, PSMS juga terkena sanksi administratif senilai Rp25 juta karena pemainnya, Clayton Da Silva, tidak membawa ID Card hingga jeda babak pertama. Kekacauan berlanjut setelah laga usai, di mana suporter nekat turun ke lapangan untuk berfoto bersama pemain dan membentangkan spanduk. Bahkan, adanya pemain yang membawa keluarga masuk ke area lapangan membuat PSMS kembali dijatuhi denda tambahan Rp30 juta.
Kelalaian Panitia Pelaksana (Panpel) PSMS dalam menjaga ketertiban stadion juga tidak luput dari pantauan. Panpel resmi dijatuhi denda Rp20 juta karena dinilai gagal mencegah penonton masuk ke area pertandingan.
Selain PSMS Medan, sanksi tegas juga menyasar pemain lain. Muhammad Tahir dari PSS Sleman dan Titan Agung dari Persela Lamongan masing-masing menerima larangan bermain dua pertandingan serta denda Rp5 juta akibat pelanggaran keras di lapangan. Sementara itu, PSPS Pekanbaru harus membayar denda Rp25 juta setelah lima pemainnya menerima kartu kuning dalam satu pertandingan.
Rangkaian sanksi ini menjadi peringatan keras bagi seluruh kontestan Pegadaian Championship agar tetap menjunjung tinggi sportivitas dan profesionalisme. PSSI menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk pelanggaran, baik teknis di lapangan maupun perilaku negatif suporter di tribun.
Sumber: