Bikin Keluarga Makin Lengket, Intip Filosofi Kue Keranjang yang Wajib Ada Saat Perayaan Imlek

 Bikin Keluarga Makin Lengket, Intip Filosofi Kue Keranjang yang Wajib Ada Saat Perayaan Imlek

Kue Keranjang atau Nian Gao merupakan hidangan wajib saat Imlek. Simak filosofi di balik teksturnya yang lengket sebagai simbol keharmonisan dan kemakmuran keluarga.-Tokped-

SUMUT.DISWAY.ID – Perayaan Tahun Baru Imlek rasanya belum lengkap tanpa kehadiran Kue Keranjang di atas meja makan. Kudapan manis yang punya tekstur legit dan lengket ini bukan sekadar camilan musiman. Bagi masyarakat Tionghoa, menyantap kue yang populer dengan sebutan Nian Gao ini merupakan cara sakral untuk menjemput keberuntungan di tahun yang baru.

Secara harfiah, Nian Gao memiliki arti "kue tahun". Namun, jika kita menilik pelafalannya dalam bahasa Mandarin, kata tersebut terdengar sangat mirip dengan kalimat yang bermakna "tahun yang lebih tinggi" atau lebih sejahtera. Inilah yang menjadi alasan utama mengapa kue ini menjadi simbol doa agar taraf hidup seseorang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Tradisi pembuatan kue ini pun menyimpan kenangan mendalam bagi banyak orang. Di wilayah Shandong, Tiongkok, masyarakat tradisional bahkan menggunakan tungku kayu raksasa untuk mengukus kue dalam jumlah banyak secara komunal. Aroma wangi dari tepung ketan yang dikukus lama memberikan sensasi nostalgia tentang kehangatan keluarga di kampung halaman.

Filosofi di Balik Tekstur Lengket

Selain melambangkan kemakmuran, bentuk bulat dari Kue Keranjang menyimpan pesan tentang persatuan tanpa putus. Sementara itu, teksturnya yang sangat lengket merepresentasikan harapan agar ikatan antaranggota keluarga tetap kuat, harmonis, dan sulit dipisahkan oleh masalah apa pun.

Di Sumatera Utara, masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan Dodol China. Meski memiliki berbagai nama populer di berbagai negara—seperti Tikoy di Filipina—bahan dasarnya tetap konsisten menggunakan tepung beras ketan yang memberikan sensasi kenyal mirip moci.

Trik Mengolah Agar Lebih Nikmat

Menariknya, Kue Keranjang memiliki cara penyajian yang fleksibel. Jika teksturnya sudah mulai mengeras setelah disimpan beberapa hari, Anda tidak perlu bingung. Cukup potong tipis-tipis, celupkan ke dalam kocokan telur, lalu goreng hingga garing. Hasilnya, Anda akan mendapatkan sensasi renyah di luar namun tetap lembut dan manis di dalam.

Hingga kini, aroma khas Kue Keranjang yang sedang dikukus tetap menjadi magnet bagi diaspora Tionghoa di seluruh dunia untuk merayakan harapan baru yang lebih manis dan penuh kemakmuran.

 

Sumber: