Dari Kolak hingga Kopi Kurma: Perang Takjil Legendaris vs Kekinian di Ramadan 2026

Dari Kolak hingga Kopi Kurma: Perang Takjil Legendaris vs Kekinian di Ramadan 2026

Deretan takjil buka puasa paling populer di Indonesia, mulai dari kolak legendaris hingga tren kopi kurma latte yang kekinian.-Foto:ANT-

SUMUT.DISWAY.ID -  Bulan Ramadan selalu identik dengan ritual berburu takjil menjelang waktu magrib. Di Indonesia, fenomena ini bukan sekadar urusan perut, melainkan tradisi budaya yang mempertemukan resep warisan leluhur dengan inovasi kuliner modern. Seiring berkembangnya zaman, "peta" takjil favorit masyarakat kini terbagi menjadi dua kubu besar: kelompok pencinta menu tradisional dan pemburu takjil kekinian yang estetik.

Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, berikut rangkuman menu takjil yang diprediksi bakal kembali merajai jalanan dan lini masa media sosial Anda.

Legenda yang Tak Tergantikan: Klasik dan Dirindukan

Meski tren makanan datang dan pergi, deretan takjil tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Berdasarkan survei Katadata, Es Buah masih menempati posisi teratas sebagai takjil paling populer. Perpaduan buah potong, sirup, dan susu kental manis dianggap sebagai solusi rehidrasi tercepat setelah seharian berpuasa.

Menyusul di posisi berikutnya adalah Kolak. Baik Kolak pisang, ubi, maupun labu, hidangan bersantan dan gula merah ini adalah "wajah" asli Ramadan di Nusantara. Tak ketinggalan, Kurma tetap menjadi primadona utama karena nilai sunnah dan nutrisinya yang tinggi untuk mengembalikan energi.

Di berbagai daerah, takjil tradisional bahkan memiliki identitas lokal yang kuat. Sebut saja Kicak dari Yogyakarta, Sotong Pangkong dari Pontianak, hingga Es Pisang Ijo khas Makassar yang kini mudah kita jumpai di berbagai sudut kota. Tekstur lembut seperti pada Bubur Sumsum juga tetap diminati karena sifatnya yang ringan dan mudah dicerna oleh lambung yang kosong.

Invasi Takjil Kekinian: Estetik dan Inovatif

Di sisi lain, generasi muda membawa angin segar dalam dunia pertakjilan. Takjil kekinian tidak lagi melulu soal rasa, tapi juga soal tampilan yang Instagram-able dan kombinasi rasa yang unik.

Salah satu yang paling menonjol adalah Es Kopi Kurma Latte. Inovasi ini menggabungkan espresso dengan manis alami kurma, menciptakan sensasi kafein yang tetap "ramah" Ramadan. Selain itu, varian Boba Brown Sugar atau boba rasa gula aren juga kini sering dimodifikasi dengan campuran biji selasih atau jelly untuk memberikan sentuhan khas buka puasa.

Camilan berat pun tak luput dari modernisasi. Donat kekinian dengan topping premium seperti vanilla sky atau triple chocolate kini sering menjadi pilihan hantaran berbuka. Bahkan, gorengan legendaris seperti bakwan dan tahu isi kini naik kelas dengan tambahan saus cocolan mentai atau keju yang lumer di mulut.

Tradisional vs Kekinian: Mana yang Unggul?

Menariknya, batas antara takjil tradisional dan kekinian kini semakin tipis. Banyak pedagang mulai memadukan keduanya. Es buah yang dulu sederhana, kini tampil dengan tambahan topping boba atau cheese cream. Gorengan yang dulu hanya dibungkus kertas koran, kini hadir dalam kemasan bungkusan yang cantik.

Keanekaragaman pilihan ini membuktikan bahwa Ramadan di Indonesia selalu menjadi ajang kreativitas kuliner yang tak ada habisnya. Apapun pilihannya, baik itu semangkuk kolak hangat atau segelas kopi kurma dingin, esensi takjil tetaplah sama: menyegerakan berbuka dengan yang manis dan mempererat kebersamaan.

Jadi, untuk buka puasa nanti, Anda tim takjil "Versi Lama" atau "Versi Kekinian"?

Sumber: