Tegas Larang Pungli, Gubernur Bobby Nasution Targetkan Sekolah Menengah Gratis di Sumut Mulai 2027
Gubernur Sumut Bobby Nasution tegas larang pungli di sekolah dan targetkan biaya sekolah SMA/SMK Negeri gratis mulai 2027 guna tingkatkan kualitas pendidikan.Foto:IG@bobbynst-Foto:IG@bobbynst-
SUMUT.DISWAY.ID - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memberikan peringatan keras kepada seluruh kepala sekolah di wilayahnya untuk menghapuskan segala bentuk praktik pungutan liar (pungli). Dalam agenda penyerahan Surat Keputusan (SK) penugasan kepada 248 kepala sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Sumut, Bobby menekankan bahwa biaya tidak boleh lagi menjadi beban bagi anak didik dalam mengakses pendidikan.
"Tidak ada lagi pungli-pungli. Saya tidak ingin melihat ada anak yang terhambat pendidikannya hanya karena kendala biaya," tegas Bobby Nasution di Kantor Gubernur Sumut, Senin 19 Januari 2026.
Tekankan Transparansi Dana BOS
Peringatan ini muncul menyusul adanya catatan kelam dunia pendidikan di Medan pada September 2025 lalu. Saat itu, Kejaksaan Negeri Belawan menahan dua kepala sekolah, yakni Reny Agustina (Kepala SMAN 16 Medan) dan Renata Nasution (Mantan Kepala SMAN 19 Medan), atas dugaan korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2022-2023.
Menyikapi hal tersebut, Bobby menginstruksikan Dinas Pendidikan Provinsi Sumut untuk segera menggelar pelatihan manajemen keuangan bagi seluruh pimpinan sekolah. Ia meminta setiap kepala sekolah memahami mekanisme penggunaan anggaran agar tidak terjerat kasus hukum di masa depan.
"Saya minta manajemen keuangan dana BOS, baik reguler maupun provinsi, dipergunakan sebaik-baiknya dan selurus-lurusnya untuk kepentingan siswa," lanjutnya.
Percepatan Program Sekolah Gratis
Kabar menggembirakan datang dari rencana jangka panjang Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Bobby mengungkapkan target ambisius untuk menggratiskan biaya sekolah bagi seluruh jenjang SMA, SMK, dan SLB Negeri. Meskipun awalnya ditargetkan rampung pada 2029, Bobby optimis program ini bisa maju lebih cepat ke tahun ajaran 2027/2028.
Langkah percepatan ini terpicu oleh penambahan alokasi daerah penerima manfaat. Selain wilayah Nias, pemerintah menambah lima daerah lain yang terdampak bencana sebagai prioritas sekolah gratis tahun ini. Hal tersebut menjadi fondasi kuat untuk merealisasikan pendidikan tanpa biaya di seluruh Sumut dalam waktu dekat.
Fokus pada Kualitas Akademik
Selain masalah biaya, Gubernur Sumut menyoroti kualitas lulusan sekolah menengah yang masih perlu perbaikan. Bobby menilai nilai rata-rata penerimaan mahasiswa baru dan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa Sumut harus ditingkatkan agar mampu bersaing di tingkat nasional.
Ia berpesan agar para guru dan tim pengajar terus memperbarui mekanisme belajar agar capaian akademik siswa meningkat. Penyerahan SK kepada 161 kepala SMA, 80 kepala SMK, dan 7 kepala SLB ini diharapkan menjadi momentum transformasi pendidikan di Sumatera Utara yang lebih bersih, transparan, dan berkualitas.
Sumber: