Cuaca Ekstrem Terjang Taput: 117 Rumah di Tarutung dan Sipoholon Terdampak Banjir serta Longsor

Cuaca Ekstrem Terjang Taput: 117 Rumah di Tarutung dan Sipoholon Terdampak Banjir serta Longsor

--

SUMUT.DISWAY.ID - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang melanda wilayah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) pada Kamis sore, 8 Januari 2026. Peristiwa ini memicu bencana banjir, tanah longsor, hingga kerusakan bangunan di dua kecamatan, yakni Tarutung dan Sipoholon.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Taput, Budiman Gultom, mengonfirmasi bahwa setidaknya 117 rumah warga mengalami dampak serius akibat fenomena alam tersebut.

"Hujan deras dan angin kencang ini mengakibatkan seratusan rumah penduduk terendam banjir, terkena longsor, hingga mengalami kerusakan atap," ujar Budiman pada Jumat 9 Januari 2026.

Rincian Wilayah Terdampak

BPBD Taput mencatat Kecamatan Sipoholon menjadi wilayah dengan dampak kerusakan paling banyak. Di Desa Hutauruk, sebanyak 85 unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari dampak longsor hingga atap yang terbawa angin.

Sementara itu, di Kecamatan Tarutung, tercatat sebanyak 32 unit rumah juga mengalami kondisi serupa. Tim BPBD saat ini terus melakukan pendataan dan memberikan bantuan darurat kepada warga yang rumahnya tidak lagi layak huni sementara waktu.

Imbauan Waspada Cuaca Buruk

Hujan deras yang mengguyur Taput sejak Kamis sore tersebut memang memiliki intensitas yang sangat tinggi. Budiman menjelaskan bahwa perpaduan antara curah hujan dan angin kencang menjadi pemicu utama meluapnya air dan pergeseran tanah di area perbukitan.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan bantaran sungai. Mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif, kesiapsiagaan warga menjadi kunci utama dalam meminimalisir korban jiwa di tengah ancaman bencana hidrometeorologi.

 

Sumber:

Berita Terkait