Sungai Batang Toru Meluap, Desa Bandar Tarutung Tapsel Terisolasi Banjir Sedalam Satu Meter
Banjir bandang kembali mengepung Tapanuli Selatan akibat luapan Sungai Batang Toru. Desa Bandar Tarutung terisolasi dengan ketinggian air mencapai leher orang dewasa.-Foto:ANT-
SUMUT.DISWAY.ID - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, memicu banjir bandang akibat luapan Sungai Batang Toru pada Jumat 2 Januari 2026. Bencana ini menyebabkan Desa Bandar Tarutung di Kecamatan Angkola Sangkunur terisolasi total akibat akses jalan utama terendam air.
Kepala Desa Bandar Tarutung, H. Sulhan Sihombing, melaporkan bahwa akses jalan kabupaten di Kampung Sirongit tidak dapat dilewati karena tertutup banjir dengan ketinggian lebih dari satu meter. Kondisi ini memutus mobilitas warga desa yang kini sangat bergantung pada bantuan evakuasi.
"Desa kami sekarang terisolir. Ketinggian air di pemukiman bervariasi, mulai dari setinggi pinggang hingga mencapai leher orang dewasa," ujar Sulhan dalam keterangannya, Minggu 4 Januari 2026.
Setidaknya lebih dari 100 jiwa telah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Banjir merendam sejumlah titik padat penduduk, meliputi Kampung Suka Maju, Lingkungan SD Inpres, Lorong IV Lingkungan Utama, Kampung Malako, Kampung Baru, dan Kampung Kemuning.
Tanggul Jebol Perparah Keadaan
Sulhan menjelaskan bahwa banjir kali ini berasal dari luapan tiga aliran sungai sekaligus, yakni Sungai Batang Toru, Sungai Sangkunur, dan Sungai Malombu. Namun, luapan terparah bersumber dari Sungai Batang Toru yang tebingnya sepanjang 500 meter telah jebol sejak insiden November 2025 lalu.
Kerusakan tanggul yang belum mendapatkan perbaikan permanen ini membuat air sungai sangat mudah masuk ke pemukiman dan sulit surut. Sulhan memperingatkan bahwa jika normalisasi tanggul tidak segera dilakukan, nyawa sekitar dua ribu jiwa serta ratusan hektare perkebunan warga terancam tenggelam secara permanen.
Respons BPBD Tapanuli Selatan
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Selatan terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Tim reaksi cepat sedang menunggu laporan resmi terkait rincian kerusakan dan kebutuhan logistik para pengungsi di Kecamatan Angkola Sangkunur.
Hingga berita ini diturunkan, cuaca di wilayah Tapanuli Selatan terpantau masih mendung dengan potensi hujan susulan. Warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai diminta tetap waspada dan segera mengungsi jika debit air kembali meningkat secara drastis.
Sumber: