Studi Ungkap Konsumsi Buah Bisa Turunkan Risiko Depresi, Kiwi Disebut Punya Peran Penting
Studi terbaru mengungkap konsumsi buah dapat menurunkan risiko depresi. Kiwi disebut berperan penting berkat kandungan serotonin, vitamin C, dan folat.-pixabay-
SUMUT.DISWAY.ID - Depresi merupakan gangguan suasana hati serius yang ditandai dengan perasaan sedih berkepanjangan, kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, hingga menurunnya kualitas hidup. Kondisi ini termasuk masalah kesehatan mental yang membutuhkan perhatian dan penanganan tepat, karena dapat berdampak luas pada kesehatan fisik maupun sosial penderitanya.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pola makan sehat berperan penting dalam menjaga kesehatan mental. Salah satunya terkait konsumsi buah. Studi yang dipublikasikan pada Juni 2024 dalam The Journal of Nutrition, Health and Aging mengungkap bahwa orang dewasa paruh baya yang rutin mengonsumsi buah memiliki risiko depresi yang lebih rendah di usia lanjut.
Penelitian tersebut, sebagaimana dilansir Medical News Today, menemukan bahwa individu yang mengonsumsi buah dalam jumlah tinggi, setidaknya tiga porsi per hari, mengalami penurunan risiko depresi terkait usia hingga 21 persen. Temuan ini memperkuat hubungan antara asupan nutrisi alami dan kesehatan mental jangka panjang.
Di antara berbagai jenis buah, kiwi menjadi salah satu yang mendapat perhatian khusus. Buah ini dikenal sebagai sumber alami serotonin, zat kimia di otak yang berperan dalam mengatur suasana hati, rasa bahagia, dan kesejahteraan emosional. Selain itu, kiwi juga mengandung vitamin C, vitamin E, folat, serta berbagai antioksidan penting.
Vitamin C dalam kiwi berkontribusi pada proses produksi neurotransmitter, termasuk serotonin. Asupan vitamin C yang cukup diketahui berkaitan dengan suasana hati yang lebih stabil dan tingkat stres yang lebih rendah. Sementara itu, kandungan folat dalam kiwi berperan dalam fungsi otak dan produksi dopamin. Kekurangan folat kerap dikaitkan dengan meningkatnya risiko depresi.
Kiwi juga kaya antioksidan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari stres oksidatif. Stres oksidatif diketahui berkontribusi terhadap peradangan kronis dan gangguan fungsi otak, yang dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang.
Selain berpotensi membantu mencegah depresi, kiwi memiliki sejumlah manfaat kesehatan lain. Buah ini mengandung vitamin C, kalium, serat, dan senyawa bioaktif yang mendukung sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan jantung, serta membantu melancarkan pencernaan.
Menariknya, kulit kiwi mengandung antioksidan hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan daging buahnya. Kandungan lutein dan zeaxanthin dalam kiwi juga berperan dalam menjaga kesehatan mata dan membantu mencegah degenerasi makula terkait usia.
Beberapa studi juga menunjukkan bahwa konsumsi kiwi secara rutin dapat membantu meningkatkan kualitas dan durasi tidur. Tidur yang cukup dan berkualitas merupakan faktor penting dalam menjaga kestabilan suasana hati serta menurunkan risiko depresi.
Dengan kandungan nutrisi yang lengkap, kiwi dapat menjadi bagian dari pola makan sehat untuk mendukung kesehatan fisik dan mental. Meski demikian, konsumsi buah sebaiknya tetap dikombinasikan dengan gaya hidup seimbang, termasuk aktivitas fisik, manajemen stres, dan dukungan sosial yang memadai.
Sumber: