Sebulan Berlalu, 60 Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Utara Masih Dinyatakan Hilang

Sebulan Berlalu, 60 Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Utara Masih Dinyatakan Hilang

Sebulan pascabencana, 60 warga Sumatera Utara masih dinyatakan hilang. Simak rincian data korban meninggal dan sebaran wilayah terdampak di Tapanuli hingga Medan.-Basarnas-

SUMUT.DISWAY.ID - Operasi pencarian terhadap korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara masih terus berlangsung hingga penghujung tahun 2025. Meskipun bencana telah menerjang sejak sebulan lalu, otoritas terkait melaporkan bahwa puluhan warga masih belum ditemukan dan statusnya masih dalam pencarian.

Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara per Selasa pagi (30/12/2025), jumlah korban hilang saat ini mencapai 60 jiwa. Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumut, Porman Mahulae, mengonfirmasi bahwa para korban tersebut tersebar di empat kabupaten berbeda.

Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan Jadi Wilayah Paling Terdampak

Data BPBD menunjukkan bahwa Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mencatat angka kehilangan tertinggi. Hingga hari ini, sebanyak 37 orang warga Tapteng masih belum ditemukan. Kondisi memprihatinkan juga terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dengan 20 orang korban hilang. Selain dua wilayah tersebut, pencarian juga masih dilakukan terhadap dua warga di Tapanuli Utara dan satu warga di Humbang Hasundutan.

Sementara itu, untuk jumlah korban meninggal dunia secara keseluruhan di Sumatera Utara kini telah mencapai 365 orang. Selain itu, tercatat sebanyak 206 orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut. Pihak berwenang menegaskan bahwa angka-angka ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu seiring dengan proses sinkronisasi data dan pencarian di lapangan.

Rincian Sebaran Korban Meninggal Dunia di Sumut

Keganasan banjir dan longsor kali ini menyasar berbagai wilayah, mulai dari pegunungan hingga kota besar. Berikut adalah rincian data korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi:

Kabupaten Tapanuli Tengah: 127 jiwa

Kabupaten Tapanuli Selatan: 88 jiwa

Kota Sibolga: 55 jiwa

Kabupaten Tapanuli Utara: 36 jiwa

Kabupaten Deli Serdang: 17 jiwa

Kabupaten Langkat: 14 jiwa

Kota Medan: 12 jiwa

Sumber:

Berita Terkait