Keluarga Kunci Indonesia Emas 2045, Ini Langkah Pemprov Sumut dengan Program KB
Langkah Pemprov Sumut dengan Program KB -(Dokumen Istimewa)-
DISWAY.SUMUT.ID - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mengintensifkan pembangunan keluarga dan program keluarga berencana (KB), sebagai langkah strategis menghadapi bonus demografi.
Upaya ini dipandang penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus memperkuat daya saing bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Pembangunan keluarga ditegaskan sebagai fondasi pelaksanaan Asta Cita dan program prioritas nasional. Karena keluarga merupakan titik awal pembentukan kualitas sumber daya manusia sekaligus indikator akhir keberhasilan pembangunan,” ungkap PJ Sekdaprov Sumut, Sulaiman Harahap.
Keluarga sebagai Fondasi Pembangunan SD
Dalam berbagai kebijakan pembangunan, keluarga ditempatkan sebagai elemen paling dasar.
Dari lingkungan keluarga, kualitas manusia dibentuk sejak dini dan menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan secara keseluruhan.
Oleh karena itu, setiap program nasional diarahkan agar berorientasi pada penguatan institusi keluarga.
Beragam Program Strategis Dijalankan
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Pemprov Sumut menjalankan sejumlah program unggulan yang mencakup seluruh siklus kehidupan masyarakat.
Program tersebut antara lain :
- Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), untuk menekan angka stunting.
- Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), guna meningkatkan kualitas pengasuhan.
- Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), untuk memperkuat peran ayah.
- Lansia Berdaya (SIDAYA), dalam meningkatkan kesejahteraan usia lanjut.
Program-program ini dirancang Pemprov Sumut sebagai pendekatan menyeluruh dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan produktif.
Pentingnya Data dan Perencanaan Berbasis Keluarga
Pemanfaatan data menjadi aspek krusial dalam perumusan kebijakan. Melalui Satu Data Keluarga Indonesia, pemerintah dapat menyusun program yang lebih tepat sasaran.
Data ini menjadi dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kebijakan pembangunan keluarga dan kependudukan.
Sumber: