Respons Cepat Gubernur Bobby Nasution, Bantuan Bencana Harus Tepat Sasaran

Respons Cepat Gubernur Bobby Nasution, Bantuan Bencana Harus Tepat Sasaran

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution-(Dokumen Istimewa)-

DISWAY.SUMUT.ID - Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Nasution, menanggapi langsung keluhan masyarakat terkait bantuan pasca bencana.

Ia diketahui baru saja melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Tapanuli Tengah, tepatnya di Desa Lubukampolu, Kecamatan Badiri, pada April 2026.

Dalam dialog dengan warga, sejumlah masyarakat menyampaikan bahwa mereka belum menerima bantuan berupa jatah hidup (jadup) maupun hunian sementara.

Menanggapi hal tersebut, Bobby menegaskan bahwa pemerintah provinsi sebenarnya telah menyiapkan anggaran, namun penyalurannya sangat bergantung pada kelengkapan dan keakuratan data dari pemerintah daerah.

"Untuk bantuan itu anggarannya sudah ada. Kami dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) tinggal menunggu datanya," ungkap Bobby Nasution saat meninjau pembangunan tanggul Sungai Badiri.

Bantuan Tersedia, Namun Bergantung pada Data Daerah

Menurut Bobby, kendala utama bukan pada ketersediaan dana, melainkan pada validitas data penerima bantuan.

Ia menekankan, bahwa pemerintah provinsi tidak bisa menyalurkan bantuan tanpa data yang jelas dari tingkat kabupaten/kota.

"Jadi jangan dibilang kami nggak ngasi (menyalurkan). Makanya tanya ke Pak Camat," jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap daerah memiliki kecepatan berbeda dalam proses penyaluran bantuan, tergantung kesiapan data yang dimiliki.

"Itu sudah disampaikan dari Kementerian Dalam Negeri, bahwa soal bantuan perlu data yang valid," tuturnya.

Dalam hal ini, pemerintah provinsi berperan aktif melakukan pendampingan, termasuk di wilayah Tapteng yang dinilai cukup intens didampingi. 

"Itu datanya ada di kabupaten/kota, dimana ada beberapa daerah yang cepat menerima bantuan. Tetapi ada juga yang belum menerima. Kami dari provinsi (perannya) terus melakukan pendampingan, seperti di Tapteng termasuk yang paling sering kami dampingi," ucapnya.

Lebih lanjut, Bobby menjelaskan bahwa pendataan korban bencana tidak cukup hanya mencatat jumlah warga terdampak. 

Sumber: