Gubernur Bobby Nasution Hadiri Sinode HKI ke-65 di Medan, Soroti Isu Lingkungan

Gubernur Bobby Nasution Hadiri Sinode HKI ke-65 di Medan, Soroti Isu Lingkungan

Gubernur Bobby Nasution Hadiri Sinode HKI ke-65 -(Dokumen Istimewa)-

DISWAY.SUMUT.ID - Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menghadiri pembukaan Sinode ke-65 Huria Kristen Indonesia (HKI) yang digelar di Medan, Rabu (25/3/2026). 

Kehadiran orang nomor satu di Sumut ini, menjadi momen penting dalam mempererat hubungan antara pemerintah dan lembaga keagamaan.

Acara pembukaan berlangsung meriah dan ditandai dengan pelepasan balon, sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan sinode. 

Huria Kristen Indonesia melalui forum ini, kembali menegaskan perannya dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.

Dalam sambutannya, Bobby menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, termasuk komunitas keagamaan, dalam mendorong pembangunan daerah. 

“Mudah-mudahan silaturahmi dan kerja sama serta kolaborasi kita bisa terus berjalan berdampingan, beriringan dan saling menguatkan satu sama lain. Karena itu saya terima kasih atas undangan dari HKI, sebagaimana dukungan yang selama ini diberikan kepada kami Pemerintah Provinsi,” ungkap Boby Nasution.

Ia mengapresiasi kontribusi HKI, yang selama ini turut mendukung program pemerintah Sumatera Utara.

Soroti Isu Bencana dan Lingkungan

Selain bicara soal kolaborasi, Bobby juga menyinggung kondisi Sumatera Utara yang belakangan kerap dilanda bencana alam seperti banjir dan longsor.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk jemaat HKI, untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Menurutnya, langkah sederhana seperti menjaga sungai, tidak merusak daerah aliran sungai, hingga merawat pohon bisa menjadi kontribusi nyata dalam mencegah bencana.

“Kita tahu satu hal, ini harus bisa kita antisipasi dan selesaikan. Oleh karena itu dalam kesempatan ini kami ingin mengajak kita semua untuk berkontribusi, karena pemerintah juga tidak bisa sendiri dalam menjalankan program pembangunan," ucapnya.

"Termasuk kedepannya, kita sama-sama menjaga alam, karena itu juga menjadi tugas kita. Caranya tidak perlu berlebihan, cukup merawat pohon, melestarikan sungai, jangan menyerobot (daerah aliran sungai)," sambungnya.

Ia juga berharap, para tokoh agama memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan lingkungan kepada masyarakat. 

Sumber: