Menurutnya, semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Sumatera Utara, yakni “Kolaborasi Sumut Berkah Menuju Sumatera Utara yang Unggul, Maju, dan Berkelanjutan”.
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi harus diwujudkan melalui kerja sama, penyatuan gagasan, dan pemanfaatan sumber daya untuk mencapai tujuan bersama. Dengan demikian, pembangunan pendidikan diharapkan mampu mendorong inovasi sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Surya mendorong penguatan koordinasi antara MPK dan seluruh pemangku kepentingan. Pembinaan, fasilitasi, dan kerja sama perlu terus dikembangkan sesuai kewenangan serta kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Kepada peserta Rakernas, ia berpesan agar forum tersebut tidak berhenti pada penyusunan dokumen perencanaan. Setiap keputusan harus diterjemahkan menjadi program nyata yang dapat meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah, memperkuat kapasitas guru, dan mendorong inovasi pembelajaran.
“Jangan sampai hasil Rakernas berhenti pada dokumen perencanaan. Hasilnya harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah, memperkuat kapasitas guru, mendorong inovasi pembelajaran dan memperluas manfaat pendidikan bagi masyarakat,” tegas Surya.
Ia turut mengajak jajaran MPK di Indonesia memperkuat tata kelola organisasi dan pendidikan dengan menjunjung prinsip amanah, transparansi, serta akuntabilitas.
Surya berharap Rakernas V MPK menghasilkan keputusan strategis sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk memajukan pendidikan Kristen di Indonesia.
Melalui forum tersebut, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat diharapkan semakin kuat sehingga pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan zaman dapat dijangkau lebih luas oleh generasi penerus bangsa.