Karena itu, Pemprov Sumut mengusulkan program afirmasi percepatan pembangunan Kepulauan Nias periode 2027-2029 yang terintegrasi dan bersifat tahun jamak. Program tersebut diharapkan memperoleh kepastian dukungan anggaran, terutama untuk konektivitas, layanan dasar, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hilirisasi ekonomi lokal, pariwisata Nias Selatan, serta penguatan Gunungsitoli sebagai pusat ekonomi dan logistik.
"Kami berharap orkestrasi lintas kementerian/lembaga dapat memberikan target, pendanaan dan tahapan pelaksanaan yang jelas dan terukur. Sekaligus mengusulkan pemberian insentif khusus bagi kawasan afirmasi untuk mempercepat investasi dan aktivitas ekonomi," tambahnya.
Dua prioritas lainnya berkaitan dengan pengembangan koridor industri dan logistik nasional serta percepatan pemulihan pascabencana.
Bobby mengusulkan agar kawasan Belawan-Kualatanjung-Seimangkei dikembangkan sebagai satu koridor industri dan logistik nasional. Dalam konsep tersebut, Belawan diarahkan sebagai pintu gerbang, Kualatanjung sebagai international hub, dan Seimangkei sebagai pusat hilirisasi.
Pengembangan koridor tersebut diharapkan didukung peta jalan dan target periode 2027-2029, sekaligus integrasi program dan pendanaan lintas kementerian/lembaga.
Sementara itu, program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumut periode 2026-2028 menjadi prioritas kelima. Fokusnya meliputi pemulihan hunian, infrastruktur dan konektivitas, layanan dasar, pertanian, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Bobby meminta Bappenas mengoordinasikan penyelesaian berbagai hambatan lintas kementerian/lembaga agar pelaksanaan program pemulihan memiliki target yang jelas.
Berdasarkan lima prioritas tersebut, Bobby berharap Bappenas dapat memberikan kepastian dukungan melalui koordinasi lintas kementerian/lembaga, pendanaan, penetapan penanggung jawab, hingga target pelaksanaan.
Dukungan tersebut diharapkan membuat pembangunan di Sumut berjalan lebih terarah dan berdampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat. Bobby juga mendorong kerja sama pembangunan regional yang terintegrasi di 10 provinsi di Sumatera guna memperkuat sinergi dan konektivitas antar provinsi.