Sumut Peringkat Atas Kasus Narkoba, Bobby Nasution Minta Ditjenpas Bersihkan Lapas

Kamis 13-08-2026,21:49 WIB
Reporter : Lina Setiawati
Editor : Lina Setiawati

sumut.disway.id - Sumatera Utara berada di peringkat teratas dalam kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Karena itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menggandeng BNN dan Ditjenpas berupaya menekan peredaran narkoba di wilayahnya.

Bobby Nasution menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Sumatera Utara, khususnya di dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan).

Pernyataan tersebut disampaikan Bobby usai menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumut Jalu Yuswa Panjang di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (11/8/2026).

Bobby menyoroti status Sumatera Utara yang sudah cukup lama berada di peringkat teratas dalam kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga antara Pemprov Sumut, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Ditjenpas.

"Sumut sudah cukup lama menghadapi persoalan penyalahgunaan narkoba dan menjadi provinsi teratas peredaran narkoba. Kami ingin narkoba benar-benar diberantas melalui kolaborasi dengan BNN dan Ditjenpas," ujar Bobby.

Selain penindakan peredaran gelap, Bobby meminta sistem pembinaan di dalam lapas berjalan sejajar dengan penguatan pemberdayaan warga binaan. Hal ini penting agar pembinaan mampu menghasilkan perubahan nyata, baik dari aspek mental maupun perilaku.

Dorong Keterampilan Produktif dan Nilai Ekonomi

Pemprov Sumut menyatakan kesiapan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan kegiatan produktif bagi para warga binaan di lapas maupun rutan.

"Warga binaan yang masuk dan keluar tentu harus memiliki perubahan. Kami ingin lapas di Sumut mengembangkan potensi produktifnya. Jika membutuhkan tenaga pendukung, pemerintah provinsi siap membantu menyiapkannya," tutur Bobby.

Berdasarkan data Kanwil Ditjenpas Sumut per 30 September 2025, total warga binaan di lapas dan rutan seluruh wilayah Sumatera Utara mencapai 32.018 orang.

Kakanwil Ditjenpas Sumut Jalu Yuswa Panjang menyambut baik dukungan Pemprov Sumut. Pihaknya menargetkan seluruh warga binaan mendapatkan bekal keterampilan praktis sebagai modal sosial saat kembali ke masyarakat setelah bebas.

"Kami ingin warga binaan mendapatkan perubahan positif selama di lapas. Ketika keluar nanti, mereka tidak hanya berubah perilaku, tetapi juga memiliki keterampilan kerja," kata Jalu.

 

Kategori :