sumut.disway.id - Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah warga. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumut, sebanyak 20 unit rumah di Kabupaten Serdangbedagai mengalami kerusakan berat.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan kerusakan tersebut terjadi setelah cuaca buruk menerjang wilayah Serdangbedagai pada Kamis, 4 Juni 2026.
“Berdasarkan laporan Pusdalops Sumut, sebanyak 20 rumah mengalami kerusakan di Kabupaten Serdangbedagai pada Kamis (4/6),” ujar Sri Wahyuni di Medan, Jumat (5/6/2026).
Menurut data BPBD Sumut, wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Perbaungan dan Kecamatan Sei Rampah. Di Kecamatan Perbaungan, cuaca ekstrem berdampak pada sejumlah desa, yakni Desa Sei Sijenggi, Desa Melati II, Desa Patamg Sijonam, Desa Jambur Pulau, Desa Cintai Air, Desa Lubuk Cemara, Kelurahan Tualang, hingga Kota Galuh.
Sementara itu, di Kecamatan Sei Rampah, dampak cuaca buruk dilaporkan terjadi di Desa Simpang Empat.
Meski menyebabkan kerusakan rumah warga, BPBD Sumut memastikan tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut.
“Berdasarkan laporan yang diterima, nihil korban jiwa, korban luka, maupun korban meninggal dunia,” katanya.
Selain Serdangbedagai, cuaca ekstrem juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Batubara dan Kota Binjai. Di Kabupaten Batubara, dua rumah tercatat mengalami rusak sedang, sementara satu rumah lainnya mengalami rusak ringan. Untuk wilayah Kota Binjai, proses pendataan masih berlangsung.
Sri Wahyuni yang akrab disapa Yuyun menambahkan pemerintah daerah bersama pihak terkait telah bergerak melakukan penanganan terhadap dampak bencana di wilayah terdampak.
Selain itu, BPBD Sumut juga terus melakukan koordinasi guna mempercepat penanganan dan membantu masyarakat yang terdampak cuaca ekstrem.