Studi Terbaru: Risiko Kematian Turun 16 Persen Hanya dengan Secangkir Kopi Pagi

Senin 04-05-2026,23:41 WIB
Reporter : Lina Setiawati
Editor : Lina Setiawati

SUMUT.DISWAY.ID - Bagi banyak orang, menyesap kopi sesaat setelah bangun tidur hanyalah cara untuk mengusir kantuk. Namun, sebuah terobosan ilmiah terbaru mengungkapkan bahwa rutinitas sederhana ini ternyata menyimpan kunci umur panjang. Riset mendalam menunjukkan bahwa waktu konsumsi kopi memegang peranan krusial dalam menentukan seberapa besar manfaat kesehatan yang diterima oleh tubuh manusia.

Penelitian yang digawangi oleh tim ahli dari Tulane University Amerika Serikat ini melakukan pengamatan masif terhadap kebiasaan 40.000 orang dewasa selama hampir dua dekade. Hasilnya cukup mencengangkan: individu yang rutin menikmati kopi di pagi hari memiliki risiko kematian akibat berbagai penyebab 16 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak meminumnya.

Proteksi Maksimal Bagi Jantung

Dampak paling signifikan terlihat pada kesehatan jantung. Studi tersebut mencatat bahwa konsumsi kopi di pagi hari mampu menekan risiko kematian akibat gangguan kardiovaskular hingga 31 persen. Angka ini memberikan gambaran bahwa kopi bukan sekadar minuman penyemangat, melainkan agen pelindung organ vital yang sangat efektif jika dikonsumsi pada waktu yang tepat.

Profesor Lu Qi, salah satu peneliti utama, menekankan bahwa elemen "kapan" seseorang minum kopi kini menjadi variabel baru dalam panduan diet sehat. "Yang penting bukan hanya apakah Anda minum kopi atau berapa banyak, tetapi waktu konsumsinya. Kita mungkin perlu mempertimbangkan faktor waktu ini dalam rekomendasi nutrisi di masa depan," ungkapnya.

Mengapa Pagi Hari Lebih Baik?

Para ilmuwan menemukan bahwa membatasi asupan kopi hanya pada pagi hari memberikan manfaat yang tidak didapatkan oleh peminum kopi sepanjang hari atau mereka yang gemar ngopi di sore dan malam hari. Kuncinya terletak pada ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.

Mengonsumsi kopi di malam hari berpotensi mengacaukan hormon melatonin yang mengatur kualitas tidur. Tidur yang terganggu justru memicu peradangan dan meningkatkan tekanan darah, yang berujung pada penurunan kesehatan jantung. Sebaliknya, senyawa anti-inflamasi dalam kopi bekerja paling optimal di pagi hari, tepat saat zat pemicu peradangan dalam darah biasanya mencapai titik puncaknya.

Kafein vs Dekaf: Mana yang Unggul?

Menariknya, temuan ini tidak hanya berlaku bagi kopi berkafein tinggi. Senyawa bioaktif yang melimpah dalam biji kopi, baik yang mengandung kafein maupun tanpa kafein (dekaf), tetap menunjukkan kemampuan dalam menekan peradangan sistemik. Hal ini mempertegas bahwa manfaat kopi berasal dari kekayaan nutrisi di dalamnya, bukan semata-mata efek stimulan kafeinnya.

Bagi para penikmat kopi, riset ini memberikan lampu hijau untuk terus melanjutkan tradisi ngopi pagi mereka, baik itu dalam jumlah sedang (2 hingga 3 cangkir) maupun porsi yang lebih besar, selama dilakukan sebelum matahari berada di atas kepala.

 

Kategori :