Air Mulai Surut di Bandar Tarutung Sumut, Warga Tapsel Diminta untuk Tetap Waspada

Kamis 19-02-2026,17:00 WIB
Reporter : Tuahta Aldo Rachmansyah
Editor : Tuahta Aldo Rachmansyah

DISWAY.SUMUT.ID - Banjir di Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, kini sudah semakin mereda.

Nampak banjir mulai menunjukkan tanda-tanda mereda, setelah beberapa titik genangan air turun secara bertahap, Selasa sore.

Kepala Desa Bandar Tarutung, Sulhan Sihombing menyatakan, air di Kampung Malako sudah surut, namun genangan masih bertahan di Kampung Utama dan beberapa akses jalan utama desa. 

"Namun, pagar sekolah bercat merah putih yang sebelumnya dibangun pihak TNI pascabencana banjir bandang dan longsor 25 November 2025 lalu roboh akibat terjangan air. Halaman sekolah pun dipenuhi lumpur bercampur bebatuan," ungkap Sulhan Sihombing.

Permukaan air di ruang kelas SDN 101305 Bandar Tarutung juga sudah naik turun, tetapi kondisi lokasi belajar tersebut masih penuh dengan sisa lumpur tebal.

Akibatnya proses belajar mengajar masih terganggu akibat tingginya sisa lumpur yang semakin tebal, bahkan mengakibatkan trauma yang masih dirasakan.

Banyak dari mereka memilih bermalam di rumah kerabat dan tetangga yang lebih aman, sambil menunggu kondisi benar-benar pulih. 

Kepala desa pun mengimbau warga untuk sementara tetap mengungsi dan tidak terburu pulang, karena potensi banjir susulan masih ada.

Genangan yang terjadi ini dipicu jebolnya tanggul Sungai Batang Toru pada subuh hari, meskipun tanggul tersebut baru saja dinormalisasi pasca banjir bandang dan longsor pada akhir November tahun lalu. 

“Kita mengimbau warga sementara tetap mengungsi dulu. Khawatir tiba-tiba banjir datang kembali. Warga masih trauma,” ucapnya.

Aktivitas warga kini berfokus pada pemulihan lingkungan, pembersihan lokasi serta koordinasi tanggap darurat. 

Meski air terlihat menyusut, semangat gotong royong terus menguat di tengah komunitas Bandar Tarutung agar kehidupan kembali normal secepat mungkin.

Kategori :