SUMUT.DISWAY.ID – PSMS Medan harus menerima kabar kurang sedap menjelang laga pembuka putaran ketiga menghadapi Sumsel United pada Sabtu (14/2/2026). Penyerang andalan mereka, Ari Maring, dipastikan absen merumput akibat akumulasi kartu kuning. Kehilangan Maring menjadi ujian berat bagi Skuad Ayam Kinantan, mengingat pemain berusia 27 tahun itu merupakan pilar yang tak tergantikan di lini depan.
Statistik menunjukkan betapa vitalnya peran Ari Maring bagi tim. Sepanjang musim ini, ia selalu tampil dalam 18 pertandingan PSMS dengan kontribusi nyata berupa 4 gol dan 1 assist. Absennya sang pemain menjadi yang pertama kalinya musim ini, sekaligus memaksa pelatih Eko Purdjianto memutar otak untuk menjaga kreativitas serangan tim.
Clayton da Silva Siap Jadi Opsi Pengganti
Di tengah kabar absennya Maring, muncul harapan baru dari pemain anyar PSMS, Clayton da Silva. Pemain asal Brasil tersebut memiliki peluang besar untuk melakoni debutnya akhir pekan ini. Pelatih Eko Purdjianto mengonfirmasi bahwa Clayton merupakan alternatif utama untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Maring di posisi gelandang serang atau peran "nomor 10".
"Kita punya opsi Clayton. Dulu ada Vitor Barata, sekarang ada Clayton sebagai alternatif pengganti Maring. Kehadirannya memang untuk memperkuat posisi itu," ujar Eko Purdjianto kepada media, Senin (9/2/2026). Eko menambahkan bahwa formasi PSMS tetap fleksibel, sehingga adaptasi Clayton diharapkan bisa berjalan cepat demi menjaga performa tim di putaran ketiga.
Ujian Konsistensi Skuad Ayam Kinantan
Laga melawan Sumsel United akan menjadi panggung pembuktian bagi Clayton da Silva apakah ia mampu menjawab ekspektasi publik Medan. Sebagai pemain yang diplot mengisi posisi vital, Clayton memikul beban untuk menjaga aliran bola sekaligus menjadi pemecah kebuntuan. Pihak manajemen dan tim pelatih berharap kehadiran tenaga baru ini bisa menutupi lubang yang ditinggalkan Ari Maring.
Kemenangan dalam laga mendatang sangat krusial bagi PSMS Medan untuk mengamankan posisi di klasemen putaran ketiga. Meskipun tanpa sang top scorer lokal, kembalinya kedalaman skuad dengan bergabungnya Clayton memberikan optimisme tersendiri bagi suporter yang merindukan performa impresif tim kebanggaan mereka di kancah nasional.