Jasad Pelatih Valencia CF Ditemukan Mengapung di Perairan Komodo, Keluarga Beri Konfirmasi

Minggu 04-01-2026,15:09 WIB
Reporter : Lina Setiawati
Editor : Lina Setiawati

DISWAY.SUMUT.ID - Tim SAR gabungan menemukan jenazah laki-laki dewasa yang mengapung di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Minggu (4/1/2026) pagi. Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan jasad tersebut adalah Fernando Martin Carreras, warga negara Spanyol yang menjabat sebagai pelatih tim B sepak bola wanita Valencia CF.

Kapal KPC 2007 milik Dit Polairud Polda NTT menemukan jasad korban sekitar pukul 08.47 WITA di antara Pulau Seraya dan Pulau Rinca. Saat ditemukan, posisi jenazah dalam keadaan tertelungkup tanpa busana dengan kondisi tangan dan kaki yang melebar di atas permukaan laut yang tenang.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, mengonfirmasi identitas tersebut berdasarkan hasil identifikasi medis. "Betul, korban adalah Fernando Martin Carreras. Tim medis Biddokkes Polda NTT telah melakukan pencocokan data Antemortem dan Postmortem sesuai protokol DVI Interpol," jelas Henry.

Konfirmasi Haru dari Keluarga

Kabar penemuan ini langsung sampai ke telinga keluarga korban yang tengah menanti di Posko Operasi SAR Pelabuhan Marina, Labuan Bajo. Suasana haru menyelimuti posko saat salah satu anggota keluarga memberikan konfirmasi singkat. "Ayah sudah ditemukan," ujarnya dengan nada lirih.

Fernando merupakan salah satu korban dari tragedi tenggelamnya kapal pinisi Putri Sakinah di Selat Pulau Padar pada Jumat 26 Januari 2026. Hingga saat ini, petugas medis di RSUD Komodo masih melakukan visum et repertum guna melengkapi prosedur identifikasi akhir sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga atau kedutaan.

Operasi SAR Tetap Berlanjut

Meskipun jasad Fernando telah ditemukan, Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko menegaskan bahwa operasi SAR tidak berhenti. Petugas tetap mengerahkan seluruh unsur secara maksimal, mulai dari penyisiran laut hingga patroli perairan untuk mencari korban lain yang mungkin masih hilang.

"Kami mengimbau nelayan dan masyarakat di sekitar Selat Padar untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda lain yang berkaitan dengan korban atau bangkai kapal," tegas Irjen Rudi.

Penemuan ini menjadi titik terang bagi proses evakuasi yang telah berlangsung selama lebih dari sepekan di perairan Taman Nasional Komodo. Polisi menjamin seluruh proses penanganan jenazah dilakukan secara profesional dan bermartabat demi menghormati keluarga korban serta prosedur hukum internasional.

 

Kategori :