Desa Adat Bawomataluo, Warisan Budaya Nias dengan Tradisi Lompat Batu

Desa Adat Bawomataluo, Warisan Budaya Nias dengan Tradisi Lompat Batu

Mengenal Desa Adat Bawomataluo di Nias Selatan, destinasi budaya dengan rumah Omo Sebua, peninggalan megalitik, dan tradisi lompat batu Fahombo.--

SUMUT.DISWAY.ID - Sumatera Utara memiliki beragam destinasi wisata yang menyimpan kekayaan sejarah dan kebudayaan. Salah satunya Desa Adat Bawomataluo di Kabupaten Nias Selatan, yang dikenal dengan deretan rumah tradisional, peninggalan batu megalitik, serta tradisi lompat batu yang menjadi identitas masyarakat Nias.

Desa yang namanya berarti Bukit Matahari ini menawarkan pengalaman wisata berbeda. Pengunjung tidak hanya dapat menikmati suasana perkampungan tradisional, tetapi juga mengenal kehidupan masyarakat yang masih mempertahankan warisan budaya leluhur.

Keunikan tersebut menjadikan Bawomataluo sebagai salah satu kawasan wisata budaya yang menarik untuk dikunjungi di Sumatera Utara.

BACA JUGA:Pantai Sorake, Destinasi Selancar Nias Selatan yang Dikenal hingga Mancanegara

Mengenal Desa Adat Bawomataluo di Nias Selatan

Desa Bawomataluo berada di Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan. Permukiman tradisional ini terletak di kawasan perbukitan dengan ketinggian sekitar 270 meter di atas permukaan laut.

Nama Bawomataluo berasal dari bahasa Nias. Kata Bawo berarti bukit, sedangkan Mataluo berarti matahari. Nama tersebut menggambarkan letak desa yang berada di atas bukit.

Salah satu daya tarik utama desa ini adalah susunan rumah tradisional yang saling berhadapan di sepanjang jalan kampung. Kawasan permukiman tersebut juga memiliki tangga batu, halaman berlapis batu, serta peninggalan megalitik yang masih dapat dijumpai hingga sekarang.

Berdasarkan informasi Kementerian Pariwisata melalui portal Jadesta, desa ini memiliki deretan rumah adat Omo Hada dan sebuah rumah adat besar yang dikenal sebagai Omo Sebua.

Keberadaan bangunan dan peninggalan tersebut memperlihatkan bagaimana masyarakat Nias membangun permukiman dengan mempertahankan tata ruang serta tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Omo Sebua, Rumah Adat Besar yang Menjadi Ikon Desa

Selain tradisi lompat batu, Bawomataluo juga dikenal karena keberadaan Omo Sebua atau rumah adat besar yang dahulu menjadi tempat tinggal bangsawan atau pemimpin adat.

Bangunan ini memiliki ukuran lebih besar dibandingkan rumah tradisional masyarakat pada umumnya. Bentuknya menyerupai rumah panggung dengan konstruksi kayu dan teknik pembangunan tradisional.

Salah satu keunikan arsitektur rumah adat Nias adalah penggunaan sistem sambungan kayu tanpa mengandalkan paku. Teknik tersebut menjadi bagian dari pengetahuan konstruksi masyarakat setempat dalam membangun rumah tradisional.

Sumber: